Jurnal Mikologi Indonesia
Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019

Perbandingan Efektivitas Antifungi Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum) dan Nistatin dengan Metode Difusi Cakram terhadap Candida albicans

Sarwendah Paramesti (Unknown)
Ratna Sofaria Munir (Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya 60131)
Pepy Dwi Endraswari (Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya 60131)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2019

Abstract

Bawang putih (Allium sativum) merupakan obat yang sudah dimanfaatkan sejak zaman dahulu oleh Hippocrates, Pliny, dan Aristotle untuk kegunaan terapi. Bawang putih mempunyai efek sebagai antivirus, antibakteri, antifungi, dan antioksidan. Selain itu, bawang putih dapat digunakan sebagai anti-atherosklerosis dan anti-kanker (Bongiorno, 2008). Di sisi lain, nistatin merupakan antibiotik yang sangat efisien dalam pengobatan mikosis. Dalam sehari-hari, nistatin digunakan sebagai obat untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh jamur genus Candida. Penyebab utama penyakit tersebut adalah sistem imun tubuh yang melemah akibat penyakit sistemik. Penyebab lainnya yaitu akibat adanya infeksi nosokomial yang ditularkan melalui tenaga medis mau pun alat-alat kesehatan yang telah terkontaminasi. Sejauh ini penelitian yang dilakukan sebelumnya untuk menentukan aktivitas antifungi yang dihasilkan oleh bawang putih saja, tanpa mengetahui perbandingan efektivitasnya dengan obat-obatan lain, sehinga perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektivitas ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum) dan nistatin sebagai antifungi yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah uji difusi menggunakan kertas cakram dengan 6 perlakuan. Konsentrasi ekstrak yang dipilih adalah 4g/ml (100%), 3g/ml (75%), 2g/ml (50%), dan 1g/ml (25%). Replikasi yang dilakukan dalam penelitian ini sebanyak 5 kali. Hasil data diperoleh dari pengukuran besar diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar media perbenihan jamur Candida albicans yang sudah diinkubasikan pada suhu 37ÂșC selama 24 jam, dalam satuan milimeter. Kemudian, hasil tersebut akan dibandingkan dengan besar diameter zona hambat yang dihasilkan oleh obat nistatin untuk dinilai efektivitas keduanya. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa besar diameter zona hambat yang dihasilkan oleh nistatin jauh lebih besar dibandingkan ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum). Perlu dilakukan evaluasi baik dari segi tanaman, jamur, obat, cara ekstraksi mau pun metode penelitian agar dapat memberikan hasil yang lebih akurat.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jmi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science Immunology & microbiology

Description

Jurnal Mikologi Indonesia (JMI) adalah jurnal nasional tentang diversitas Fungi di Indonesia yang mempublikasi artikel penelitian, review, metodologi, dan artikel-artikel taksonomi seperti monograf, jenis baru, catatan baru, checklist yang terkait dengan diversitas dan penyebaran Fungi, termasuk ...