Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Monoklonal Antibodi Bovine Zona Pelusida 3 (bZP3) terhadap Diameter dan Atresia Folikel Ovarium Mencit (Mus musculus) Annisa Trissatharra; Sri Ratna Dwiningsih; Ratna Sofaria Munir
Majalah Obstetri dan Ginekologi Vol. 24 No. 1 (2016): Januari - April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.533 KB) | DOI: 10.20473/mog.V24I12016.37-42

Abstract

Objectives: To identify the effect of monoclonal antibody bZP3 at ovarian follicles that undergo atresia and diameter of various ovarian follicles.Materials and Methods: This is a true experimental research with post only control group design. Samples were 36 female mices (Mus musculus) which is divided into 6 groups, there are 3 control groups (group 1, 2, and 3) injected by Phospatase Buffer Saline (PBS) 50µl and 3 treatment groups (group 4, 5, and 6) injected by Mab bZP3 50µl. Group 1 and 4 terminated at 5th day, group 2 and 5 terminated at 10th day, and group 3 and 6 terminated at 20th day. Evaluation of atretic ovarian follicles and diameter of ovarian follicles performed by hematoxylin eosin (HE) and the data processed by parametric statistic.Results: There are no significant in different among groups in the aspect of atretic follicles and diameter of folicles (p>0.05), but descriptively, number of follicles undergo atresia of the follicle primary, secondary, and tertiary treatment group was higher than the control group, except on the 20th day of observation time.Conclusion: administration of Mab bZP3 had no effect to amount of atretic follicles and diameter of folicles during observation time.
Perbandingan Efektivitas Antifungi Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum) dan Nistatin dengan Metode Difusi Cakram terhadap Candida albicans Sarwendah Paramesti; Ratna Sofaria Munir; Pepy Dwi Endraswari
Jurnal Mikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Perhimpunan Mikologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6736.339 KB) | DOI: 10.46638/jmi.v3i1.49

Abstract

Bawang putih (Allium sativum) merupakan obat yang sudah dimanfaatkan sejak zaman dahulu oleh Hippocrates, Pliny, dan Aristotle untuk kegunaan terapi. Bawang putih mempunyai efek sebagai antivirus, antibakteri, antifungi, dan antioksidan. Selain itu, bawang putih dapat digunakan sebagai anti-atherosklerosis dan anti-kanker (Bongiorno, 2008). Di sisi lain, nistatin merupakan antibiotik yang sangat efisien dalam pengobatan mikosis. Dalam sehari-hari, nistatin digunakan sebagai obat untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh jamur genus Candida. Penyebab utama penyakit tersebut adalah sistem imun tubuh yang melemah akibat penyakit sistemik. Penyebab lainnya yaitu akibat adanya infeksi nosokomial yang ditularkan melalui tenaga medis mau pun alat-alat kesehatan yang telah terkontaminasi. Sejauh ini penelitian yang dilakukan sebelumnya untuk menentukan aktivitas antifungi yang dihasilkan oleh bawang putih saja, tanpa mengetahui perbandingan efektivitasnya dengan obat-obatan lain, sehinga perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektivitas ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum) dan nistatin sebagai antifungi yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah uji difusi menggunakan kertas cakram dengan 6 perlakuan. Konsentrasi ekstrak yang dipilih adalah 4g/ml (100%), 3g/ml (75%), 2g/ml (50%), dan 1g/ml (25%). Replikasi yang dilakukan dalam penelitian ini sebanyak 5 kali. Hasil data diperoleh dari pengukuran besar diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar media perbenihan jamur Candida albicans yang sudah diinkubasikan pada suhu 37ºC selama 24 jam, dalam satuan milimeter. Kemudian, hasil tersebut akan dibandingkan dengan besar diameter zona hambat yang dihasilkan oleh obat nistatin untuk dinilai efektivitas keduanya. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa besar diameter zona hambat yang dihasilkan oleh nistatin jauh lebih besar dibandingkan ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum). Perlu dilakukan evaluasi baik dari segi tanaman, jamur, obat, cara ekstraksi mau pun metode penelitian agar dapat memberikan hasil yang lebih akurat.
PENGENALAN MANFAAT BAWANG PUTIH DALAM PENANGANAN INFEKSI JAMUR CANDIDA DI PP HIDAYATULLOH AL MUHAJIRIN BANGKALAN Ratna Sofaria Munir; Handayani Handayani; Ary Andini; Chilyatuz Zahroh; Fitria Agustina; Muhammad Raffli; Retno Diah Putri Ekayanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21803

Abstract

Menurut survey sementara yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin banyak santri yang belum mengetahui manfaat bawang putih yang dapat digunakan sebagai penanganan infeksi jamur candida. Dengan adanya permasalahan tersebut, tim pengusul akan melakukan pengabdian masyarakat dengan judul “Pengenalan Manfaat Bawang Putih dalam Penanganan Infeksi Jamur Candida di PP Hidayatulloh Al Muhajirin Bangkalan” dengan harapan para santri mampu mengetahui manfaat dan mengaplikasikan bawang putih sebagai pengobatan herbal untuk menanggulangi infeksi jamur candida. Metode Penyuluhan ini dilakukan secara offline di ruang pertemuan PP Hidayatulloh Al Muhajirin Bangkalan dengan mengundang beberapa pengurus dan santri sebanyak 48 santri. Sebelum dan sesudah dilaksanakan sosialisasi peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan terhadap budidaya tanaman obat keluarga sekaligus sebagai tolak ukur pemahaman peserta. Hasil dan Pembahasan Terdapat 12 responden (25,00%) yang memiliki penilaian post test yang baik, 29 responden (60,42%) memiliki penilaian post test yang cukup dan 7 responden (14,58%) memiliki penilaian post test yang kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pemaparan materi penyuluhan. Saat pelaksanaan kegiatan ini terlihat para peserta terlihat antusias dan menyimak materi dengan seksama. Kesimpulan Kegiatan ini berdampak positif dan adanya peningkatan pengetahuan terhadap manfaat bawang putih dalam kesehatan. adanya peningkatan pengetahuan ini diharapakkan kedepannya para santriwati dapat memperbaiki pola hidup bersih agar terhindar dari infeksi jamur candida serta mampu menerapkan apa yang telah disampaikan.
PEMANFAATAN MINUMAN HERBAL SIJAKUN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS PADA KOMUNITAS IMIGRAN DI PUSPA AGRO SIDOARJO Handayani, Handayani; Munir, Ratna Sofaria; Puspitasari, Renny Novi; Putri, Endah Budi Permana; Oktaviana, Betta Mega; Aldi, Danya Rania; Sania, Nabila; Shafwa, Zafira Aliya; Ekayanti, Retno Diah Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23335

Abstract

Komunitas imigran di Sidoarjo berasal dari negara Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Semua pria, tidak ada wanita dan anak-anak. Para imigran ini dibawah pengawasan Internasional Organization of Migration (IOM). Menurut survey yang telah dilakukan di Komunitas Migran di Puspa Agro Sidoarjo, masih banyak komunitas yang belum mengetahui manfaat dari minuman herbal SIJAKUN yang dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kurangnya pengetahuan yang menjadi salah satu penyebab ketidaktahuan komunitas migran. Dengan adanya ketidaktahuan komunitas migran tersebut yang menyebabkan kemandirian kesehatan masih kurang dan perlu penanganan lebih lanjut. Metode Penyuluhan pemanfaatan minuman herbal SIJAKUN ini dilakukan secara offline di halaman parkir Kampus B UNUSA dengan mengundang beberapa imigran sebanyak 41 orang. Sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan terhadap pemanfaatan minuman herbal SIJAKUN sekaligus sebagai tolak ukur pemahaman peserta. Hasil dan Pembahasan Terdapat 13 responden (31,71%) yang memiliki penilaian post test yang baik, 25 responden (60,98%) memiliki penilaian post test yang cukup dan 3 responden (7,32%) memiliki penilaian post test yang kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan setelah dilakukan pemaparan materi penyuluhan. Kesimpulan Kegiatan ini berdampak positif. Terdapat peningkatan pengetahuan terhadap pemanfaatan minuman herbal SIJAKUN untuk meningkatkan imunitas tubuh. Dengan adanya peningkatan pengetahuan imigran ini diharapkan kedepannya para imigran dapat menjaga imunitas tubuh mereka dengan cara mengkonsumsi minuman herbal SIJAKUN.
BUDIDAYA TANAMAN TOGA SEBAGAI TERAPI PENYAKIT DEGENERATIF DI PP. ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Puspitasari, Renny Novi; Munir, Ratna Sofaria; Fitriasari, Andikawati; Nur, Khuzaimah; Daniswara, Nabiila; Cantika, Nesha; Aulia, Kharisma; Nuril, Syafa; Mukti, Indra; Aydien, Raissa; Maulana, Azril; Ekayanti, Retno Diah Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23340

Abstract

Menurut survey sementara yang telah dilakukan para santri di PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo masih banyak santri yang tidak mengetahui Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta cara membudidayakannya sehingga bisa digunakan sebagai pengobatan alternatif pada penyakit degeneratif. Dengan adanya permasalahan tersebut, pengusul akan melakukan pengabdian masyarakat dengan judul “Budidaya Tanaman Toga sebagai Terapi Penyakit” dengan harapannya para santri mampu mengaplikasikan tanaman obat keluarga sebagai pengobatan alternatif ketika ada kerabat atau keluarga yang mengalami sakit terutama penyakit degeneratif. Metode Penyuluhan tentang budidaya TOGA ini dilakukan secara offline di ruang pertemuan dengan mengundang beberapa pengurus dan santri sebanyak 45 santri. Sebelum dan sesudah sosialisasi peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan sekaligus sebagai tolak ukur pemahaman peserta. Hasil dan Pembahasan Terdapat 8 responden (17,78%) yang memiliki penilaian post test yang baik, 33 responden (73,33%) memiliki penilaian post test yang cukup dan 4 responden (8,89%) memiliki penilaian post test yang kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan setelah dilakukan pemaparan materi penyuluhan. Saat pelaksanaan kegiatan ini terlihat para peserta terlihat antusias dan menyimak materi dengan seksama. Kesimpulan Kegiatan ini berdampak positif. Terdapat peningkatan pengetahuan terhadap budidaya tanaman obat keluarga sebagai terapi penyakit degeneratif. Dengan adanya peningkatan pengetahuan diharapakkan kpara santri mampu menerapkan budidaya TOGA di lingkungan sekitar pondok pesantren sekaligus mampu memanfaatkan hasil dari budidaya TOGA ini untuk terapi penyakit degeneratif secara alami atau herbal.
Herbal Plant Education and Hydroponic Training of Vertical and Wick System in Limited Space Andini, Ary; Prayekti, Endah; Romdloni , Muhammad Afwan; Rhomadhoni , Muslikha Nourma; Sofaria Munir, Ratna
Community Development Journal Vol 8 No 1 (2024): Community Development Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v8i1.5619

Abstract

The program "Empowering the Community of Simo Angin-Angin Village, Sidoarjo through the Use of Natural Materials to Achieve Health Independence" was implemented at the Simo Angin-Angin Village Hall, Krian District, Sidoarjo Regency in May-June 2023. This Community Empowerment Program (Community Service) carries a preventive and consists of a series of activities, including counseling about the use of natural materials based on the recommendations of the Koran, considering that the majority of Simo Angin-Angin village residents are Muslim. This activity also includes training in farming using the hydroponic method. The aim of this program is to strengthen health independence in Simo Angin-Angin Village in order to improve collective welfare. The Community Service program in Simo Angin-Angin Village was attended by 22 participants, consisting of health cadres and the general public. The implementation is divided into 2 stages, namely counseling regarding the Black Cumin herbal plant and training regarding vertical hydroponic procedures, as well as the use of plastic bottles with the Wick system. The evaluation results showed that participants' understanding was very good, with 95% of them achieving a score of 100, while 5% obtained a score of 80. The evaluation results of participant satisfaction with the implementation of the extension showed very good scores for the topic material and delivery of the material by resource persons on herbal plant education and hydroponic training. This Community Service activity provides skills for the community to grow crops on narrow land using a hydroponic system
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL PADA KADER SIAGA KUSTA DUSUN SUMBERGLAGAH KAB. MOJOKERTO Handayani, Handayani; Bastiana, Bastiana; Winarningsih, Wiwik; Munir, Ratna Sofaria; Puspitasari, Renny Novi; Febriyanti, Aisyah Fatin; Jazuli, Muhammad Aqil Siroj; Rahmatullah, Falih Dhiya'ulhaq; Fardian, Ghalief Fernanda Putra; Salsabillah, Adityas Sabrina; Ekayanti, Retno Diah Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36947

Abstract

penderita kusta agar lebih mudah menjangkau pengobatan di RSUD Sumber Glagah. Hingga saat ini di Dusun Sumberglagah masih terdapat 300 orang penderita orang kusta namun sebagian besar sudah sembuh dan masih ada 20 orang yang sedang dalam pengobatan dibawah pengawasan RSUD Sumberglagah Pacet Mojokerto. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penularan penyakit kusta ialah dengan rutin mengkonsumsi makan-makanan bergizi serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Disamping itu juga dapat disertai mengkonsumsi minuman herbal secara rutin mampu membantu menjaga kesehatan serta meningkatkan imunitas tubuh. Namun karena kurangnya pengetahuan dari Kader Siaga Kusta akan manfaat dari minuman herbal sehingga masyarakat di Dusun Sumberglagah perlu mendapatkan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader siaga kusta tentang pembuatan minuman herbal Jahe, Kunyit, Daun Salam, dan Secang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah penyuluhan dan pelatihan. Hasil dari penyuluhan dan pelatihan didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar 83,34%. Diharapkan para kader siaga kusta mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diajarkan agar bisa diaplikasikan ke kegiatan sehari-hari, serta mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan nya kepada masyarakat luas khususnya warga Dusun Sumberglagah
Effect of the leaf pettiveria alliacea extract active compound on mycobacterium tuberculosis Munir, Ratna Sofaria; Fatimah, Nurmawati; Hermanto, Bambang
Folia Medica Indonesiana Vol. 53, No. 2
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has a variety of herbal plants used as herbal/traditional medicines. Singawalang (Petiveria alliacea) is one of the herbal plants usually used in the United States as a cough medicine because of its expectorant effect. Singawalang plants are also widely used to cure tuberculosis. However, the investigations on the effects of toxicity on this plant leaf extract has not been done. This study aims to investigate the effects of active compounds in singawalang against Mycobacterium tuberculosis using a variety of solvents. The active compound of ethanol extract was obtained by maceration using ethanol solvent. The extract was then fractionated using column chromatography method, and using gradual eluent to produce fraction. The doses used were 0.5 mg/ml; 1 mg/ml; 2 mg/ml; 70% ethanol, h-hexane, benzene, chloroform, ethylacetate, silica gel 60GF254, Middlebrook 7H9, and 7H10. The reactions using Singawalang leaf extract with various solvents resulted in a reduction of the Mycobacterium tuberculosis colony growth, compared with the reaction on control treatment, treatment using DMSO 1%, and treatment using 70% ethanol. As a conclusion, the various solvents used did not make a significant difference. However, control treatment, treatment using DMSO 1%, and treatment using 70% ethanol had significant results.
SOCIALIZATION OF DIABETES MELLITUS PREVENTION IN YOUNG PEOPLE THROUGH THE USE OF HERBAL MEDICINE AT THE ARROHYATI AL FURQON ORPHANAGE Novi Puspitasari, Renny; Handayani; Sofaria Munir , Ratna; Choirotussanijjah
Community Service Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v7i2.812

Abstract

Background Socialization is a process of learning about everything in life, an obligation for parents, society, and the government to teach it to children. The increasing prevalence of obesity in young people is comparable to the increasing proportion of NIDDM cases in young people. Many Indonesian plants are used as medicine for diabetes mellitus, including brotowali (Tinospora crispa), cinnamon (Cinnamomum burmanii Nees), bitter melon (Momordica charantia), and salam (Syzygium polianthum weight). Method Disseminating knowledge about triggers, prevention, and herbal ingredients found around us that can be used to prevent diabetes mellitus. The pre-test and post-test were used to determine the effectiveness of the socialization material. The activity continued with a health checkup, which included a Body Mass Index (BMI) assessment for the foster children. Results and discussion There was an increase in the average score of 21.8 after the socialization activity. This indicates an increase in participants' understanding of the material presented. The pre-test score was 68.2 and the post-test score increased significantly to 90. The results of the Body Mass Index (BMI) examination showed a fairly varied distribution of participants' nutritional status, namely severe obesity 6.25%, obesity 12.5%, healthy weight 50%, underweight 31.25%. Conclusion There was an increase in knowledge among participants after the presentation of the material, indicated by an increase in the average test score of 21.8 compared to the previous session. The health examination results showed that the majority of foster children (50%) had a BMI classified as healthy weight, 31.25% as underweight, 12.5% ​​as obese, and 6.25% as severely obese.
TUBERCULOSIS EDUCATION: INTRODUCTION, EFFECTIVE TREATMENT, AND SIDE EFFECTS AS AN EFFORT TO MAINTAIN INDIVIDUAL AND ORPHANAGE ENVIRONMENT HEALTH Ratna Sofaria Munir; Handayani; Renny Novi Puspitasari; Bella Az Zahra; Fatimatuz Zahro; Anfasa Luthfi Arasya; Putri Najwa Tazkia; Retno Diah Putri Ekayanti
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.851

Abstract

Indonesia still ranks second as the country with the most tuberculosis (TB) cases in the world. The increasing number of pulmonary TB patients in Indonesia is caused by unhealthy behaviors, such as families still using the same eating or drinking utensils, lack of lighting in the house, or patients spitting carelessly. One strategy is to find all TB cases and treat them until cured, to stop TB transmission. TB control efforts require the involvement of all sectors, including non-health. The behavior of caregivers in orphanages plays a very important role in reducing the risk of pulmonary TB transmission in children. On the other hand, orphanage residents, consisting of children and adolescents, often lack sufficient access or information about TB prevention and treatment. Based on this, this community service activity was conducted in the form of socialization about tuberculosis, including introduction, effective treatment, and side effects. The method used was counseling on TB disease, effective tuberculosis treatment, and how to avoid drug side effects. The number of participants was 16 people. The results showed a good increase in knowledge of 81.25%. Participants were very enthusiastic during the question and answer discussion session. Conclusion: The counseling activity successfully increased participants' knowledge and showed high enthusiasm, indicating that targeted education is very important in raising awareness about TB prevention and treatment.