Penyakit TBC di Indonesia merupakan penyebab kematian terbesar ketiga dan penyebab kematianterbesardalam kelompokpenyakit infeksi.Setiap tahunnya terjadi 583.000 penderita baru dan kematiankarena TBC sekitar 140.000 dan setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita TBCdenganBTA. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara riwayat kontak, kelembaban,pencahayaan dan kepadatan hunian dengan penyakit Tuberkulosis paru di wilayah kerja PuskesmasKaligondang.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional denganmenggunakan case control study (penelitian kasus pembanding). Metode analisis yang digunakan adalahanalisis univariat dan biariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yangberpengaruh terhadap kejadian TB Paru adalah riwayat kontak (p-0,002) pencahayaan kamar tidur (p-0,000), dan jenis lantai (p-0,022) sedangkan pencahayaan ruang keluarga (p-0,240) kelembaban (p-0,215)dan kepadatan kepadatan hunian (p-0,132).Peneliti menyimpulkan bahwa variabel yang berhubungandengan kejadian TB paru adalah riwayat kontak, pencahayaan kamar tidur dan jenis lantai. Penelitimenyarankan kepada warga agar meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan meminimalisirkontak dengan penderita TB Paru, bagi tenaga kesehatan diharapkan memberikan penyuluhan tentangtanda dan gejala, cara penularan dan cara pencegahan tuberkulosis paru.
Copyrights © 2018