Budi Utomo
Prodi D-III Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN SANITASI ASRAMA DAN PERSONAL HYGIENE SANTRI DENGAN KEJADIAN SCABIES DI PONDOK PESANTREN AL IKHSAN DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018 Tri Nova Rofifah; Lagiono Lagiono; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.733 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i1.4081

Abstract

Latar belakang Scabies adalah penyakit kulit menular disebabkan oleh tungau scarcoptes scabiei varian huminus. Ditandai dengan rasa gatal terutama pada malam hari. Scabies mudah menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Penyakit scabies  umunya ditemukan pada lingkungan kepadatan penghuni tinggi seperti penjara, panti asuhan, dan pondok pesantren.  Scabies dapat disebabkan oleh sanitasi lingkungan dan perilaku yang kurang baik. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan sanitasi asrama dan personal hygiene santri dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren  Al Ikhsan  Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyamas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini santri asrama putri Pondok Pesantren Al Ikhsan sebanyak 93 orang dengan metode proportional random sampling. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan pengukuran. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji statistik chi square (X2). Hasil penelitian terdapat 56 orang (60,2%) positif scabies dan 37 orang (39,8%) negatif scabies.  Hasil uji statistik chi square (X2) analisis bivariate sanitasi asrama dengan kejadian scabies (p = 0,010, PR = 4,477 (CI = 0,724-27.671)) ada hubungan sanitasi asrama dengan kejadian scabies. Personal hygiene dengan kejadian scabies (p = 0,000, PR = 2,611 (CI = 1,480-4,608)) ada hubungan personal hygiene santri dengan kejadian scabies. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan sanitasi asrama dan personal hygiene dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren Al Ikhsan.  Disarankan untuk pengelola pondok pesantren untuk memperbaki kondisi sanitasi asrama dan memantau kesehatan santri, untuk santri sebaiknya memperhatikan kebersihan diri dan kesehatan, untuk dinas kesehatan membantu menangani masalah scabies di pondok pesantren.   
ANALISIS FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2017 May Fadilla; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.202 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3899

Abstract

Penyakit TBC di Indonesia merupakan penyebab kematian terbesar ketiga dan penyebab kematianterbesardalam kelompokpenyakit infeksi.Setiap tahunnya terjadi 583.000 penderita baru dan kematiankarena TBC sekitar 140.000 dan setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita TBCdenganBTA. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara riwayat kontak, kelembaban,pencahayaan dan kepadatan hunian dengan penyakit Tuberkulosis paru di wilayah kerja PuskesmasKaligondang.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional denganmenggunakan case control study (penelitian kasus pembanding). Metode analisis yang digunakan adalahanalisis univariat dan biariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yangberpengaruh terhadap kejadian TB Paru adalah riwayat kontak (p-0,002) pencahayaan kamar tidur (p-0,000), dan jenis lantai (p-0,022) sedangkan pencahayaan ruang keluarga (p-0,240) kelembaban (p-0,215)dan kepadatan kepadatan hunian (p-0,132).Peneliti menyimpulkan bahwa variabel yang berhubungandengan kejadian TB paru adalah riwayat kontak, pencahayaan kamar tidur dan jenis lantai. Penelitimenyarankan kepada warga agar meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan meminimalisirkontak dengan penderita TB Paru, bagi tenaga kesehatan diharapkan memberikan penyuluhan tentangtanda dan gejala, cara penularan dan cara pencegahan tuberkulosis paru.