Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture
Vol 27, No 2 (2012): October

PEMETAAN POTENSI EMISI GRK METANA: SEBAGAI STRATEGI MITIGASI EMISI DAN MENJAGA PRODUKTIVITAS LAHAN PADI SAWAH ORGANIK DI KABUPATEN SRAGEN

Suntoro Suntoro (Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret)
Mujiyo Mujiyo (Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret)
Jauhari Syamsiyah (Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
06 Sep 2017

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah memetakan potensi produksi emisi metana pada lahan sawah organik di Desa Sukorejo dan Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen, yang dapat digunakan untuk memitigasi emisi metana dan meningkatkan produktivitas lahan. Secara garis besar pelaksanaan penelitian dibagi menjadi 4 tahap ; (1) karakterisasi tanah dan lahan, pengungkapan secara mendalam karakter obyek lahan pada setiap satuan penggunaan lahan sawah, (2) pengukuran potensi produksi emisi metana, dengan metode inkubasi sampel tanah di laboratorium, sampel gas yang dihasilkan dianalisis menggunakan kromatografi gas yang dilengkapi dengan flame ionization detector (FID) untuk menetapkan flux CH4, (3) analisa data, taraf perbedaan nilai potensi produksi metana diketahui dengan analisis beda nyata Uji T, dan penentuan faktor yang paling berperan terhadap besarnya potensi emisi metana dengan analisis stepwise regression, dan (4) rekomendasi, pemilihan rekomendasi didasarkan pada praktek budidaya pertanian yang efektif meningkatkan C organik dan menekan produksi emisi metana tanpa mengurangi produktivitas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ; (1) potensi produksi metana (CH4) berbeda nyata antar satuan penggunaan lahan (SPL) sawah di Desa Sukorejo dan Jetis, (2) iklim, varietas tanaman dan cara budidaya di daerah penelitian tidak signifikan mempengaruhi besarnya potensi produksi metana, dan (3) faktor yang berpengaruh signifikan terhadap besarnya potensi produksi metana di tanah sawah adalah potensial redoks (Eh). Hubungan Eh dengan besarnya potensi produksi metana berkorelasi negatif, artinya penurunan Eh akan menyebabkan peningkatan produksi metana. Mitigasi emisi GRK metana yang dapat dilakukan berdasarkan penelitian ini, bahwa potensial redoks adalah faktor utama penentu potensi produksi metana di dalam tanah sawah, maka alternatif yang memungkinkan adalah dengan pengelolaan air irigasi, yang dalam periode tertentu tanaman padi tidak diairi atau tidak digenangi, atau apabila kondisi air berlebih dilakukan drainase. Usaha ini dilakukan dengan tujuan kondisi tanah tidak terlalu reduktif atau potensial redoks tidak akan turun secara drastis, sehingga akan dapat menghambat aktivitas mikrobia methanogen dalam memproduksi metana.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

carakatani

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture publishes original articles, review articles, case studies and short communications on the fundamentals, applications and management of Sustainable Agriculture areas in collaboration with Indonesian Agrotechnology / Agroecotechnology Association ...