ABSTRAKKelapa dan produk turunannya dimanfaatkan secara luas sebagai sumber minyak, makanan, minuman, bahan bakar, dan bahan bangunan. Terdapat kecenderungan semakin menurunnya produktivitas kelapa dan perannya bagi ekonomi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh nilai jual yang relatif rendah dan berfluktuasi terutama terhadap produk utama yang dihasilkan, yaitu kopra asap. Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keekonomian kelapa dilakukan antara lain dengan mengusahakan diversifikasi usaha dengan tanaman sela atau perikanan/peternakan. Meningkatnya permintaan terhadap produk seperti VCO membangkitkan semangat bagi petani/pengolah kelapa untuk mengolah kelapa. Salah satu alternatif usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah kelapa adalah dengan mengusahakan akumulasi asap cair dari proses pembuatan kopra asap/kopra putih, atau arang tempurung kelapa. Terdapat potensi yang sangat besar dari asap cair pada pengolahan kelapa menjadi kopra asap atau kopra putih serta pembuatan arang tempurung. Akumulasi asap cair pada pengolahan kelapa dapat dilakukan dengan menambahkan kondensor pada tungku pembuatan kopra putih Tipe Baristand Industri Manado dan tungku pembuatan arang tempurung tipe Behive Baristand Industri Manado. Alternatif lainnya dari penggunaan kondensor tersebut adalah dengan meneliti kemungkinan aplikasi teknik pendinginan yang diterapkan pada proses pembuatan minuman tradisional Minahasa, yaitu pembuatan cap tikus. Akumulasi asap menjadi asap cair setidaknya memberikan dua keuntungan, yaitu meningkatkan nilai tambah pengolahan kelapa menjadi produk yang bermanfaat dan menghindarkan pencemaran lingkungan akibat asap dari pengolahan kopra dan pembakaran arang tempurung.Kata kunci: asap cair, kopra asap, kopra putih, sabut kelapa, arang tempurung ABSTRACT Coconut and its derivatives are widely used as a source of oil, food, beverages, fuel, and building materials. There is a tendency for declining coconut productivity and its role for the economy of society. This is due to the relatively low selling value and fluctuates mainly to the main product produced, ie copra smoke. Efforts undertaken to improve the coconut economy are done, among others, by seeking to diversify the business with intercrops or fishery / livestock. Increased demand for products such as VCO evokes enthusiasm for farmers / coconut processors to cultivate coconuts. One of the alternative business that can be done to increase the added value of coconut is by seeking the accumulation of liquid smoke from the process of making copra smoke / white copra, or coconut shell charcoal. There is a huge potential of liquid smoke in the processing of coconut into copra smoke or white copra and the manufacture of shell charcoal. The accumulation of liquid smoke in the coconut processing can be done by adding condensers to the white copra making furnace of Balai Riset dan Standardisasi Industri Type and the Balai Riset dan Standardisasi Industri Behive Type for shell charcoal making. Another alternative to the use of condensers is to examine the possibility of application of cooling techniques applied to the process of making Minahasa traditional drinks, namely the manufacture of “cap tikus.” The accumulation of smoke into liquid smoke at least provides two advantages, namely to increase the added value of coconut processing into a useful product and avoid environmental pollution due to smoke from copra processing and charcoal burning.Keywords: liquid smoke, copra smoke, white copra, coconut husk, shell charcoal
Copyrights © 2017