Perawatan terhadap penderita gangguan jiwa di Yayasan Dzikrur Ghofilin merupakan jenis perawatan yang unik. Para perawat adalah mantan penderita gangguan jiwa. tidak dengan memberikan obat-obatan dalam proses perawatan para pasien namun relawan memanfaatkan interaksi dan komunikasi antarpribadi karena relawan berangkat dari pemahaman bahwa penderita gangguan jiwa bukan penyakit fisik namun terjadi gangguan dalam jiwanya. Oleh karena itu, obat yang paling cocok adalah komunikasi. Komunikasi yang paling efektif dan efisien adalah komunikasi yang dilakukan oleh mantan penderita gangguan jiwa. Pengalaman mereka menjadi obat yang paling mujarab karena ada kepercayaan dari kedua belah pihak. Relawan percaya ia mampu membantu pasien dan pasien percaya ia akan sembuh dengan bantuan orang yang lebih dulu sembuh. Terdapat beberapa tahap yang relawan lakukan setiap menerima pasien gangguan jiwa yang baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah perawatan terhadap penderita gangguan jiwa di Yayasan tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari wawancara mendalam dengan dua orang relawan dan dua orang mantan penderita gangguan jiwa yang sudah dinyatakan sembuh. Data diperoleh dengan field work, observasi partisipan, dan wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa proses pendampingan terhadap para penderita gangguan jiwa meliputi perkenanlan (orientasi), identifikasi (penggalian informasi dari keluarga dan pasien), eksplorasi, dan diakhiri dengan terminasi yaitu fase dimana pasien sudah siap kembali kepada masyarakat.
Copyrights © 2018