Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap bagaimana pelanggaran terjadi dalam representasi percakapan para kandidat Pilkada Jawa Timur dalam program debat kandidat menjelang pemilihan gubernur tanggal 29 Agustus 2013, khususnya dalam aspek rinsip kerjasama dalam percakapan dan bagaimana implikatur percakapan terjadi dengan dasar teori maksim, di antaranya maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi dan maksim cara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik dan analisis wacana. Data dalam penelitian ini ialah data tertulis, berupa hasil transkripsi dari percakapan, yakni percakapan dalam program debat kandidat pilkada Jawa Timur yang diambildari media elektroniktelevisi, yang ditayangkanpadasebuah program debat pada stasiun TvOne yang tayang pada tanggal 12 Agustus 2013 dan Metro TV menayangkan program debat pada tanggl 21 Agustus 2013. Data yang berupa transkripsi percakapan para kandidat pilgub Jatim dikaji berdasarkan maksim-maksim tersebut untukm enunjukkan pelanggara nprinsip kerjasama percakapan dalam berkomunikasi terhadap lawan atau mitra tuturnya. Penelitian ini menemukan bahwa para kandidat pilkada JawaTimur melakukan pelanggaran terhadap keseluruhana turan dalam prinsip kerjasama, yakni pelanggaran terhadap maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara.
Copyrights © 2015