Meningkatnya kebutuhan air baku untuk domestik dan industri menyebabkan terjadinya krisis air baku dan berdampak mengurangi daya dukung DAS. Perbaikan kualitas air yang telah tercemar air limbah menggunakan ekoteknologi berupa lahan basah buatan menjadi alternatif menanggulangi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan inovasi teknologi penerapan lahan basah buatan untuk memperbaiki kualitas air dan menghemat penggunaan hemat lahan. Metoda penelitian dimulai dari studi perbandingan berbagai teknologi daur ulang yang sudah ada, perencanaan, pembuatan dan pengujian prototip. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan unit Anaerobic Upflow Clarifier (AUC) dan SaTtira (Saringan Tetes Bertingkat dan Beraerasi) mampu meningkatkan kualitas air hasil pengolahan, yaitu dapat meningkatkan kapasitas pengolahan masing-masing COD, BOD, Total Nitrogen, Total Fosfat, Deterjen dan Residu Tersuspensi masing-masing 75%, 79%, 95%, 83%, 95% dan 98%. Penggunaan media arang aktif dan zeolit pada Unit SaTtira dapat berfungsi sebagai proses biofiltrasi dan penukar ion. Hal tersebut ditunjukkan dengan diturunkannya kadar logam berat yaitu Fe, Mn, Cr, Zn dan Cu masing-masing dapat diturunkan 73%, 86%, 36%, 29% dan 95%. Selain itu, pemanfaatan teknologi SaTtira juga dapat menghemat penggunaan lahan sebesar 25% bila dibandingkan penggunaan teknologi lahan basah konvensional secara seri.
Copyrights © 2015