Identifikasi kerentanan di Provinsi Bali telah dilakukan menggunakan metode perbandingan berpasangan. Metode ini berdasarkan proses analisis hirarki, yaitu membandingkan suatu elemen objek dengan pembobotan untuk mengklasifikasikan suatu level. Parameter yang ditinjau dalam identifikasi kerentanan ini adalah tata guna lahan, infrastruktur, elevasi, kemiringan, dan kerentanan total. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengevaluasi level kerentanan terhadap parameter yang ditinjau. Identifikasi level kerentanan total tahun 2012 menunjukkan daerah Bali Selatan (Denpasar) memiliki level tinggi karena besarnya populasi penduduk dan lengkapnya fasilitas infrastruktur pendukung pariwisata, sedangkan level rendah terdapat di daerah Bali Utara. Pada tahun 2030, level tinggi dari kerentanan total di Kota Denpasar meluas karena meningkatnya jumlah penduduk dan rencana pengembangan tata guna lahan. Selain itu, level kerentanan di Kabupaten Badung berubah dari level rendah menjadi level moderat karena adanya perluasan area pariwisata. Berdasarkan hasil simulasi dapat diketahui wilayah dengan tingkat kerentanan paling tinggi, yaitu wilayah yang memiliki genangan paling luas. Dalam hal ini, deliniasi wilayah-wilayah tersebut harus tampak jelas pada peta sehingga dapat diterapkan dalam rencana tata ruang kota/wilayah.
Copyrights © 2013