Dalam pemerolehan bahasa kedua, termasuk bahasa Arab, peserta didik seringkali mengalami kesulitan yang disebabkan oleh banyaknya fonem-fonem Arab yang tidak memiliki padanan bunyi dalam bahasa ibunya. Kesulitan belajar itu diakibatkan oleh perbedaan fonem-fonem kedua bahasa tersebut, baik dari posisi artikulasi (makharij al-huruf) maupun cara pengucapan (sifat al-huruf), yang pada gilirannya menyebabkan kekeliruan dalam pelafalan fonem-fonem Arab itu. Dampak lanjutannya, artikulasi peserta didik menjadi sulit dimengerti, membingungkan lawan bicara, dan kadang salah diinterpretasi sehingga mengakibatkan komunikasi tidak dapat berjalan dengan baik dan lancar, khususnya dengan pihak penutur asli (native speakers). Masalah di atas tentu menuntut perhatian dan penanganan serius melalui terobosan artikulasi lisan yang kreatif dan inovatif. Dalam frame work inilah, tulisan ini hadir dengan maksud untuk mengintrodusir model bina ucap lisan (tadrib al-nuthq) berbasis talqin-taqlid yang dibingkai dalam “Metode Jibril Inovatif” untuk mengembangkan ketepatan ucap (fashahah), aksen (nabr), intonasi (tanghim), dan logat (lahjah) peserta didik dalam melafalkan huruf, kata, frase maupun kalimat Arab. Tulisan konseptual ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan sejarah, transformasi, dan karakteristik Metode Jibril Inovatif; (2) mendeskripsikan problematika bina ucap lisan (tadrib al-nuthq) dalam membentuk kefasihan artikulasi fonem-fonem arab; (3) menguraikan secara analitis talqin-taqlid sebagai teknik dasar dalam Metode Jibril Inovatif.Kata Kunci:Metode Jibril Inovatif, Talqin-Taqlid, Tadrib al-Nuthq.
Copyrights © 2015