Membaca merupakan ketrampilan reseptif yang dapat menunjang ketrampilan berbicara dan menulis. Kemahiran membaca pada dasarnya mengandung dua aspek. Pertama, mengubah lambang tulis menjadi bunyi dan kedua, menangkap arti dari seluruh situasi yang dilambangkan dengan lambang-lambang tulis dan bunyi tersebut. Oleh sebab itu pembelajaran membaca terkesan membosankan bagi siswa, terlebih bagi siswa yang sudah paham terhadap isi teks bacaan. Di sisi lain siswa dituntut aktif dalam pembelajaran sedangkan guru harus kreatif dan inovatif dalam mengajar. Bermain bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kerjasama, memunculkan rasa senang, menghilangkan kebosanan, dan mendorong kreativitas. Bermain dapat dipraktikkan dalam kegiatan belajar dan pembelajaran membaca bahasa Arab agar siswa merasa senang dan tidak bosan.Kata Kunci: Pembelajaran membaca, bermain, kartu uno, bahasa Arab
Copyrights © 2015