Abstrak: Pada pembelajaran nahwu, terdapat tiga unsur dasar yang harus diketahui pebelajar agar dapat memahami makna suatu teks bahasa Arab dengan tepat. Tiga unsur tersebut adalah isim, fi’il, dan harf. Setiap unsur tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut sering kali membingungkan pebelajar yang notabene mahasiswa dari jurusan non-bahasa Arab dan bukan lulusan pesantren. Mahasiswa jurusan non-bahasa Arab kesulitan membedakan isim, fi’il, dan harf. Di sisi lain, isim mempunya bentuk yang bermacam-macam dan banyak yang berupa isim sima’i (tidak sesuai wazan). Hal tersebut berbeda dengan fi’il yang memiliki patokan wazan dan harf yang jumlahnya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran nomina (isim) untuk mahasiswa jurusan non-bahasa Arab. Contoh isim yang digunakan dalam pembelajaran nomina ini adalah isim-isim yang terdapat pada surat An-Nur karena surat ini tidak terlalu panjang (64 ayat) dan sebagian besar ciri-ciri isim ada di dalamnya. Kata kunci: pembelajaran, nahwu, isim/nomina, surat An-Nur, non-bahasa Arab.
Copyrights © 2017