Kata Strategi sangatlah identik dengan seni dalam berperang yaitu strategi atau taktik dimana kemenangan menjadi tujuan puncak dari sebuah peperangan. Sebuah peperangan bisa mencapai tujuan puncaknya tergantung pada strategi yang diterapkan dan tentunya kepada sang jenderal perang sebagai peramu taktik tersebut, maka menjadi keharusan sang jenderal untuk memikirkan dan memiliki berbagai planning mulai A sampai Z sehingga jika rencana A tidak berhasil maka beralih ke rencana B, dari rencana B beralih ke C begitu seterusnya. Akan tetapi kalau menilik sejarah peperangan Nabi Muhammad SAW faktor motivasi untuk berperanglah yang membuat peperangan bisa dimenangkan bahkan banyak dan sedikitnya personil tidak menjadi sebuah masalah yang besar, Atau kita mengingat pidato yang di kobarkan oleh bung Tomo untuk memicu arek-arek suroboyo berperang bahkan hanya dengan menggunakan bambu runcing sehingga membuat musuh lari dan perang bisa dimenangkan. Maka demikianlah seorang pengajar yang posisinya hampir sama dengan seorang jendral, akan tetapi objek yang harus di kalahkan adalah kemalasan atau kebosanan peserta pembelajar atau kemonotonan pengajar dalam melaksanakan sebuah pembelajaran sehingga sulit terciptanya proses pembelajaran yang PAS. Adapun strategi yang kurang di perhatikan adalah strategi tidak langsung yaitu strategi yang bersifat menguatkan pembelajaran walaupun tidak bersinggungan langsung dengan sebuah materi. Kata kunci: Strategi, Pendekatan, Penerapan Strategi Fauqal Ma’rifiah
Copyrights © 2015