Makna kala atau waktu dalam bahasa Arab dipersepsikan oleh banyak kalangan sebagai privasi fungsi semantik verba, bukan non verba. Makna kala lampau, kini, dan futur hanya diungkapkan oleh verba, baik perfek (mādhī), imperfek (mudhāri’), atau imperatif (amr). Penelitian ini mengkaji adjektiva dalam mengungkap makna kala, konstruksinya, dan pengaruh konteks dalam menentukan jenis kala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menitikberatkan pada analisis data berupa klausa-klausa nominal yang mengungkap makna waktu. Data-data tersebut bersumber dari Al-Quran, syair dan prosa Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adjektiva memiliki potensi ekspresi makna kala yang beragam. Kala ini mencakup kala lampau, kini, futur, dan kala mutlak. Representasi makna kala ini didasarkan dan ditentukan oleh konteks kebahasaan baik secara eksplisit (qarīnah lafzhiyyah) atau implisit (qarīnah ma’nawiyyah). Semua komponen adjektiva bahasa Arab yang mencakup shifatul-fā’il, shifatul-maf’ūl, ash-shifatul-musyabbihah, shifatul-mubālaghah, dan shifatut-tafdhīl bisa merepresentasikan makna kala dengan tingkat efektivitas yang berbeda. Kata kunci: Kala, Adjektiva, Konteks Kebahasaan, Linguistik Arab.
Copyrights © 2016