Abstrak: Karya sastra lahir untuk mengungkapkan apresiasi pengarang terhadap permasalahan yang ada di sekitarnya. Imam Syafi`I yang selama ini dikenal sebagai ahli fiqih juga terkenal karya sastranya yang terkumpul dalam sebuah antologi Al-Diwan. Salah satu puisinya berjudul Masyi`atullah (kehendak Allah) yang mengapresiasikan penolakannya terhadap golongan Qadariyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi dari aspek struktural. Pengungkapan unsur struktural dalam puisi ini untuk memahami pemikiran teologis Imam Syafi`i. Hal ini akan diketahui melalui pemilihan tema, pemilihan kata (diksi), dan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema puisi ini kehendak mutlak Tuhan. Adapun diksi yang paling ditekankan adalah kata شاء – يشاء yang bermakna berkehendak, sedangkan gaya bahasa yang dominan digunakan adalah gaya bahasa antitesis dan paradoks yang mengindikasikan penekanan pengarang dalam menjelmakan kekuasan Tuhan yang mutlak ditinjau dari beberapa aspek kehidupan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa puisi Masyi`atullah karya Imam Syafi`I memiliki unsur intrinsik yang berseberangan dengan konsep aliran Qadariyah yang menafikan kehendak Allah dalam setiap gerak langkah. Kata Kunci: analisis struktural, puisi, teologi, kehendak Tuhan.
Copyrights © 2017