Perkembangan teknologi baru mesin plester sudah mulai dijual dan mempengaruhi konstruksi di Indonesia terutama pembangunan gedung. Mesin ini tidak sepenuhnya menggantikan manusia untuk pekerjaan plester dinding, namun hanya memberikan bantuan pada sebagian pekerjaan. Untuk dapat melakukan efisiensi pada pekerjaan konstruksi, maka diperlukan pengetahuan mengenai suatu rangkaian proses pekerjaan. Selain itu, juga dibutuhkan kemampuan untuk menganalisis rangkaian pekerjaan kritis dalam proyek. Mesin plester merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan plester. Hal ini dikarenakan plester merupakan salah satu rangkaian pekerjaan kritis dalam pekerjaan arsitektur proyek konstruksi. Oleh karena itu studi ini dilakukan untuk mendapatkan perbedaan durasi antara penggunaan mesin dan konvensional pada pekerjaan plester. Data untuk penggunaan mesin plester dikumpulkan dari percobaan langsung di lapangan oleh pekerja yang telah dilatih untuk menggunakan mesin, sehingga setara dengan pengamatan terhadap pekerjaan plester konvensional. Metode dalam studi ini adalah dengan melakukan pengamatan langsung dan mencatat praktik pekerjaan aktual, yang disebut dengan teknik pembelajaran waktu. Selain itu studi untuk mesin plester dilakukan dalam studi kasus skala kecil yang kemudian divalidasi pada studi kasus skala besar. Tujuan validasi ini adalah untuk menunjukkan kebenaran dari data yang dikumpulkan. Hasilnya menunjukkan plester dengan mesin lebih cepat ±46,14% dibandingkan plester konvensional. Hasil ini dikarenakan plester mesin tidak memerlukan pembuatan kelabangan atau garis penjaga ketebalan yang diperlukan dalam metode plester konvensional.
Copyrights © 2018