Perkembangan batik di Yogyakarta cukup menggembirakan, namun bila melihat batik khas Yogyakarta di pasaran masih di dominasi motif lama yang sudah ada sejak dulu. Motif baru khas Yogyakarta belum nampak secara signifikan, kalau pun ada masih sebatas mengkomposisikan tata letak beberapa motif yang dijadikan satu dalam sebuah kain. Hal ini kurang menjadi daya tarik, sehingga diperlukan karya ciptaan baru yang kreatif dan inovatif yang akan memperkaya motif batik khas Yogyakarta dan akan memantabkan kedudukan sebagai kota batik dunia. Berangkat dari kondisi tersebut, penulis ingin menciptakan motif baru dengan mengambil tumbuhan Keben (Barringtonia Asiatica) sebagai motif dan pewarna alam pada kain panjang batik tulis. Metode pustaka dan metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Metode Practiced Based Research digunakan untuk memperoleh pengetahuan baru melalui riset praktek dan hasil riset praktek. Metode Penciptaan Seni Kriya Pola Tiga Tahap Enam Langkah digunakan untuk menggali sumber ide dan perancangan. Metode Eksperimen dan Improvisasi juga digunakan penulis untuk mendapatkan pengetahuan baru dari eksperimen yang dilakukan terutama pada pewarna alam serta improvisasi bila dalam pelaksanaan menemukan ide-ide baru. Karya yang dihasilkan berupa 4 lembar kain panjang batik tulis sutera motif stilisasi daun,bunga dan buah Keben dengan zat warna alam Keben dikombinasikan pewarna alam lain yang menghasilkan warna khas batik Yogyakarta. Pola yang dipakai adalah pola Ceplok, Parang, dan Lung-Lungan. Kata Kunci : Keben, Batik, Warna Alam
Copyrights © 2019