Selulosa merupakan Polimer alam berupa zat karbohidrat dengan rumus molekul (C6H10O5)n. Metode yang digunakan untuk menghasilkan poliol diantaranya hidrolisis, liquefaction, degradasi panas. Metode dalam penelitian ini adalah liquefaction. Selulosa direaksikan dengan gliserol dan katalis asam sulfat. Proses pemanasan menggunakan hot plate. Produk diencerkan dengan air untuk memisahkan residu dan poliol. Kemudian dipisahkan dengan alat sentrifuge. Lapisan atas berupa poliol diencerkan 1 ppm lalu diuji kandungan gliserolnya dengan alat GC-MS. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variasi rasio selulosa/gliserol 1:3 (w/w) dan 1:4 (w/w) dengan suhu 140oC, 150 oC, 160 oC, 170 oC, dan 180 oC. Hasil analisis GCMS menunjukan kandungan gliserol yang diperoleh melalui proses liquefaction memberikan nilai tertinggi untuk rasio 1:3 pada suhu 140oC dengan tinggi peak, yaitu 802135 dan nilai terendah pada suhu 180 oC dengan tinggi peak, yaitu 485635 dengan persamaan y =-10,97x3+5536 x2–93226x +5E+07 dengan R²=0,838. Untuk rasio 1:4 kandungan gliserol tertinggi pada suhu 140oC dengan tinggi peak, yaitu 610249 dan nilai terendah pada suhu 180 oC dengan tinggi peak, yaitu 552589. Dengan persamaan y= -10108x4-11,94x3 -5576x2+86057x-4E+07 dengan R²=0,958 dengan x adalah suhu dan y adalah tinggi peak.
Copyrights © 2017