Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi pada Epoksidasi Asam Oleat sebagai Bahan Baku dalam Sintesis Asam 9,10 - Dihidroksi Stearat (DHSA) Maisaroh Maisaroh; Indra Budi Susetyo
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 2 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.119 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v34i2.3663

Abstract

Sintesis asam 9,10-dihidroksi stearat (DHSA) dari asam oleat terepoksidasi merupakan salah satu upaya yang akan meningkatkan penggunaan,  diversifikasi, dan nilai tambah minyak kelapa sawit. Berbagai variasi proses dilakukan pada optimasi epoksidasi asam oleat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter-parameter yang berpengaruh dalam epoksidasi asam oleat melalui rute asam performat (PFA). Selanjutnya, produk dianalisis menggunakan beberapa metode pengujian. Epoksidasi asam oleat dengan asam performat yang dibentuk secara in-situ dilakukan pada perbandingan mol asam oleat : asam formiat (HCOOH) : hidrogen peroksida (H2O2), 1:1:6. Suhu reaksi 65oC, waktu reaksi 75 menit dengan pengadukan menghasilkan epoksi asam oleat dengan nilai bilangan oksiran (OOC) 4,617%  dan hasil epoksi relatif 88,9%. Epoksi asam oleat sebagai produk antara ini akan digunakan untuk tahapan selanjutnya (reaksi hidroksilasi) dalam sintesis DHSA.
PENGARUH WAKTU LIQUEFACTION TERHADAP KANDUNGAN GLISEROL PADA POLIOL DARI TISU DENGAN PELARUT GLISEROL Ribath Faruqi; Indra Budi Susetyo; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selulosa merupakan Polimer alam berupa zat karbohidrat dengan rumus molekul (C6H10O5)n. Metode yang digunakan untuk menghasilkan poliol diantaranya hidrolisis, liquefaction, degradasi panas. Metode dalam penelitian ini adalah liquefaction. Selulosa direaksikan dengan gliserol dan katalis asam sulfat. Proses pemanasan menggunakan hot plate. Produk diencerkan dengan air untuk memisahkan residu dan poliol. Kemudian dipisahkan dengan sentrifuge. Lapisan atas berupa poliol diencerkan 1 ppm lalu diuji kandungan gliserolnya dengan alat GC-MS. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variasi rasio selulosa/gliserol 1:3 (w/w) dan 1:4 (w/w) dengan waktu 1 jam, 2 jam 3 jam, 4 jam, 5 jam. Hasil analisis GCMS menunjukan kandungan gliserol yang diperoleh memberikan nilai tertinggi untuk rasio 1:3 pada waktu 1 jam dengan tinggi peak, yaitu 564146 dan nilai terendah pada waktu 5 jam dengan tinggi peak, yaitu 268265 dengan persamaan y = -73659x + 60716 dengan R²=0,933. Untuk rasio 1:4 kandungan gliserol tertinggi pada waktu 3 jam dengan tinggi peak, yaitu 621260 dan nilai terendah pada waktu 5 jam dengan tinggi peak, yaitu 564986. Dengan persamaan y= -10108x4-12771x3+55365x2-94901x+1E+06 dengan R²=1 dengan x adalah waktu dan y adalah tinggi peak. 
PENGARUH SUHU LIQUEFACTION TERHADAP KANDUNGAN GLISEROL PADA POLIOL DARI TISU DENGAN GLISEROL Furqon Cipta Ismaya; Indra Budi Susetyo; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selulosa merupakan Polimer alam berupa zat karbohidrat dengan rumus molekul (C6H10O5)n. Metode yang digunakan untuk menghasilkan poliol diantaranya hidrolisis, liquefaction, degradasi panas. Metode dalam penelitian ini adalah liquefaction. Selulosa direaksikan dengan gliserol dan katalis asam sulfat. Proses pemanasan menggunakan hot plate. Produk diencerkan dengan air untuk memisahkan residu dan poliol. Kemudian dipisahkan dengan alat sentrifuge. Lapisan atas berupa poliol diencerkan 1 ppm lalu diuji kandungan gliserolnya dengan alat GC-MS. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variasi rasio selulosa/gliserol 1:3 (w/w) dan 1:4 (w/w) dengan suhu 140oC, 150 oC, 160 oC, 170 oC, dan 180 oC. Hasil analisis GCMS menunjukan kandungan gliserol yang diperoleh melalui proses liquefaction memberikan nilai tertinggi untuk rasio 1:3 pada suhu  140oC dengan tinggi peak, yaitu 802135 dan nilai terendah pada suhu 180 oC dengan tinggi peak, yaitu 485635 dengan persamaan y =-10,97x3+5536 x2–93226x +5E+07 dengan R²=0,838. Untuk rasio 1:4 kandungan gliserol tertinggi pada suhu 140oC dengan tinggi peak, yaitu 610249 dan nilai terendah pada suhu 180 oC dengan tinggi peak, yaitu 552589. Dengan persamaan y= -10108x4-11,94x3 -5576x2+86057x-4E+07  dengan R²=0,958 dengan x adalah suhu dan y adalah tinggi peak.