Pembentukan ‘green community’ dipandang sebagai upaya peningkatan kesadaran, kepekaan, kepedulian, dan peran serta aktif dari kelompok masyarakat yang berkaitan dengan atribut ‘kota hijau’. Pembentukan ‘green community’ pada suatu kelompok masyarakat dapat diarahkan dalam upaya pemeliharaan prasarana dasar pendukung permukiman kota. Prasarana dasar pendukung permukiman kota meliputi : (a) jalan lingkungan, (b) saluran drainase, (c) unit penyediaan air bersih, (d) MCK (=mandi, cuci, kakus), dan (e) unit pembuangan sampah. Dengan pembentukan ‘green community’ ini, diharapkan tingkat pemeliharaan dari prasarana pendukung kawasan kota dapat lebih meningkat. Dalam penelitian ini dibahas tiga sub-topik yaitu: (a) bahasan tentang pembentukan ‘green community’, (b) bahasan tentang pemeliharaan prasarana dasar permukiman kota, dan (c) bahasan tentang studi kasus penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis secara topikal dan analisis studi kasus. Sedangkan studi kasus yang diangkat dalam penelitian ini adalah RW-14 Blok Babakan Hantap Selatan -kelurahan Babakan Surabaya kota Bandung. Temuan penelitian ini adalah : (a) pembentukan ‘green community’ di lokasi dinilai masih baru, (b) adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan prasarana dasar permukiman, dan (c) terjadinya peningkatan pemeliharaan prasarana dasar permukiman kota di lokasi studi kasus.
Copyrights © 2015