ABSTRAK Latar belakang: Tujuan organisasi rumah sakit dapat dicapai melalui serangkaian proses kegiatan, dengan memaksimalkan semua sumber daya termasuk sumber daya manusia (SDM) yang memegang peranan penting untuk pencapaian tujuan rumah sakit tersebut. Implementasi kinerja dilakukan SDM yang memiliki motivasi kerja, kompetensi, dan kemampuan. Motivasi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang, sehingga seyogyanya setiap institusi mempunyai sistem khusus yang mengatur “motivasi†tersebut agar pegawai dapat menghasilkan pekerjaan yang terbaik. Motivasi merupakan cara dimana organisasi menyampaikan penghargaan atas kinerja pegawai yang luar biasa sesuai keahliannya. Motivasi tidak dapat mencapai tujuannya hanya dengan sistem pengelolaan, dengan adanya unsur kredibilitas dalam penerapan insentif dapat diberikan kepada pegawai yang rajin bekerja, sehingga manajemen SDM mempunyai peran dalam membangun motivasi dan kemampuan pegawai. Tujuan: Mengetahui hubungan antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai RSU Tadulako. Metode: Penelitian ini merupakan suatu penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian berupa analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RSU Tadulako selama bulan Oktober – November 2017. Subjek penelitian pada penelitian ini seluruh pegawai RSU Tadulako Palu yang terdiri dari tenaga kesehatan dan non kesehatan dengan jumlah 83 orang. Tekhnik pengambilan sampel adalah total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dua cara yaitu pengisian kuesioner (data primer) dan pengambilan data sekunder. Hasil: Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hasil uji Spearman antara motivasi kerja dan kinerja, didapatkan p value: 0,810 (p > 0,05) dan nilai koefisien korelasi r adalah 0,027 yang menandakan korelasi yang positif dan sangat lemah. Kesimpulan: Variabel antara motivasi kerja terhadap kinerja menunjukkan tidak adanya hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Kata Kunci: Motivasi, Kinerja, Tadulako
Copyrights © 2018