AbstrakDrama Kyougen berjudul Buaku menceritakan tentang konflik sosial antara golongan sosial atas (penguasa) dengan golongan sosial bawah (petani, buruh, tukang dan pedagang) yang terjadi di Jepang pada zaman Muromachi (1350—1573). Secara sosiologis yang ditekankan pada cerita Buaku ini adalah konflik sosial berupa perlawanan golongan sosial bawah terutama petani desa terhadap golongan sosial atas(Shugo Daimyo, Daikan) yang dikenal dengan istilah Gekokujo (bawahan melawan atasan). Dalam gerakan Gekokujo esensinya adalah rakyat bangkit, berpikir kritis, bersatu, dan menciptakan rasa kebersamaan diantara golongan sosial bawah khususnya petani desa untuk melawan para penguasa yang memeperlakukan golongan sosial bawah secara tidak manusiawi. Kajian ini mencoba untuk melihat sajauh mana cerita Buaku ini merefleksikan pertentangan antara golongan sosial ba wa h d enga n golongan sosial a ta s yang diwujud kan d alam be ntuk Gekokujo.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis dengan metode deskriptif analitis dan hermeneutik. Pengumpulan data menggunakan metode studi kepustakaan dan terjemahanserta teknis analisis menggunakan metode wacana kritis. Hasil kajian dan pembahasan menunjukkan bahwa cerita Buaku ini sarat dengan pencerminan Gekokujo yaitu perlawanan golongan sosial bawah (petani, pelayan) terhadap golongan sosial atas (tuan atau majikan) pada zaman Muromachi.Golongan sosial bawah pada zaman Muromachi berada pada posisi masyarakat yang hidupnya mendapat tekanan dari penguasa, sehingga hidupnya penuh dengan penderitaan. Oleh sebab itu, golongan sosial bawah melakukan perlawanan terhadap penguasa yang dikenal dengan Gekokujo. Perlawanan yang dilakukan berdasarkan azas keadilan dan kemanusiaan yang mengedepankan bahwa manusia dalam kehidupannya harus adil, bijaksana serta menjunjung perikamunisaan. Kata kunci: Kyougen, Buaku, konflik sosial, Gekokujo AbstractDrama of Kyougen entitled “Buaku” tells about a social conflict between the high-social class (authority) and the low-social class (peasants, laborers, craftsmen, and traders) happened in Japan in the era of Muromachi (1350-1573). Sociologically, Buaku tells about a social conflict, namely an opposition between the low-social class, especially village peasants against the high-social class (Shugo Daimyo, Daikan) known as Gekokujo rebellion (superiors against inferiors). The essence of Gekokujo was that the people arose, critical, united to achieve the sense of togetherness among the low-social class especially viallage peasants against the high- social class who treated them inhumanely. This study tries to find out to what extent Buaku reflects the conflict between the high-social classand the low-social class realized in Gekokujo. The approach used as the grand theory in the study was the sociological approach with the analytical-descriptive method and hermeneutic. Data were collected through the library studies and translation. The technique analysis used the critical discourse. The result shows that Buaku isfull of the reflection of the opposition ofthe low-social class (peasants and employees) against the high-social class (masters or employers) in the era of Muromachi. The low-social class in the era Muromachi are in position of society that is under pressure on his life. So that his life is full of suffering. Therefore, the low-social class figting against the ruler know as Gekokujo. The resistance is based on the principle of justice and humanity. Human beings must be just and uphold humanity. Keywords: Kyougen, Buaku, social conflict, Gekokujo
Copyrights © 2017