Latar Belakang : Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007Angka Kematian Bayi 34 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian bayi di Indonesia salahsatunya bayi berat lahir rendah yaitu sebesar 29% yang merupakan penyebab pertama kematianbayi baru lahir. Di RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano pada tahun 2012 kejadian BBLR 119 bayi(11,5%) dari 1029 kelahiran bayi dan pada bulan Januari sampai dengan 22 Februari tahun 2013kejadian BBLR 15 bayi (12,7 %) dari 118 kelahiran bayi.Tujuan : untuk mendapatkan gambaran secara umum bagaimana pelaksanaan manajemenasuhan kebidanan pada bayi berat lair rendah di RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano.Metode : adalah pendekatan studi kasus manajemen asuhan kebidanan yang terdiri dari tujuhlangkah Varney yaitu : pengumpulan data, interpretasi data dasar, diagnosa potensial, tindakansegera, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Hasil penelitian : manajemen asuhan kebidanan menunjukan bahwa bayi K.M lahir prematurdengan bayi berat lahir rendah, potensial mengalami hipotermi karena kulitnya yang tipis,tubuhnya yang kecil dan dirawat dalam inkubator tidak hidup atau dalam keadaan rusak, selainitu reflek menghisap masih lemah potensial terjadi dehidrasi, sehingga dilakukan tindakan sesuaidengan keadaan pasien dan penyusunan rencana asuhan serta pelaksanaan asuhan menyeluruh,dalam pengevaluasian keadaan pasien menjadi lebih baik.
Copyrights © 2013