Abstrak: Konflik Kepentingan dalam Pengembangan Pariwisata: Kasus Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Sektor pariwisata merupakan magnet baru yang pesonanya tidak dapat ditolak. Ini dikarenakan kebutuhan manusia sudah mulai bertambah, tidak hanya kebutuhan primer seperti sandang, pangan, dan papan saja tetapi muncul kebutuhan baru yaitu rekreasi. Munculnya kebutuhan baru berupa rekreasi membuat para pelaku pariwisata berlomba-lomba untuk mengembangkan daerahnya menjadi salah satu destinasi pariwisata. Salah satu daerah yang sedang melakukan pengembangan pariwisata adalah Pulau Kapota. Pulau ini terletak di Kecamatan Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pengelolaan pariwisata di Kapota pada awalnya dilakukan oleh Taman Nasional Wakatobi karena Pulau Kapota merupakan salah satu ‘wilayah konservasi’ yang berada di bawah Taman Nasional Wakatobi. Akan tetapi terdapat tumpang tindih kebijakan karena sektor pariwisata merupakan ranah Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi. Konflik antara Taman nasional Wakatobi dengan Dinas Pariwisata ternyata melibatkan tokoh masyarakat setempat, yang ternyata adalah orang yang sama. Tokoh masyarakat ini berdiri di dua kepentingan dengan dua lembaga masyarakat yang berbeda.
Copyrights © 2017