ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat diobati dengan Obat Anti Tuberkulosis Kategori 1(OAT Kat.1) selama 6 bulan. Waktu pengobatan yang cukup lama dapat menyebabkan akumulasi dari obat tersebut, yang dapat mempengaruhi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) penderita TB Paru setelah penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Kategori 1 (OAT Kat.1) di Puskesmas Katobu, Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah Cohort Retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Metode pemeriksaan menggunakan Spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden, yang memiliki kadar ureum normal adalah sebanyak 30 responden dan kadar ureum yang abnormal sebanyak 6 responden. Kadar abnormal ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi air putih dan banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis. Sementara kadar kreatinin dari 36 responden, 28 responden memiliki kadar kreatinin normal dan 8 responden memiliki kadar kreatinin abnormal. Kadar abnormal ini disebabkan oleh obat-obatan dan makanan yang banyak mengandung garam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar rata-rata ureum normal yaitu 30 mg/dl dan kadar ratarata ureum abnormal yaitu 55 mg/dl. Kadar rata-rata kreatinin dari 28 responden yang normal yaitu 0,8 mg/dl dan kadar rata-rata kreatinin dari 8 responden yang abnormal yaitu 1,8 mg/dl.
Copyrights © 2019