ABSTRAK
Bahan alam memiliki potensi yang cukup besar dalam dunia medic karena senyawa yang terkandung didalamnya. Namun hal tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal dalam dunia teknologi laboratorium medic. Ageratum conyzoides atau bandotan merupakan tanaman yang tersebar di seluruh dunia , khususnya daerah tropis dan subtropic yang memiliki banyak manfaat dalam pengobatan serta dapat digunakan dalam pencarian obat baru dari herba. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan uji sensifisitas daun bandotan (Ageratum conyzoides) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain The Static Group Comparison Group. yakni dengan melakukan pengujian daya hambat ekstrak daun bandotan (Aregatum conyzoides) pada bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukan bahwa sensitifitas ekstrak daun bandotan pada bakteri S. aureus adalah pada kosentrasi 10% memiliki diameter rata-rata 1,2 cm, kosentrasi 5% membentuk zona hambat dengan rata-rata sebesar 0,5 cm dan zona hambat yang kosentrasi ekstrak daun bandotan 1% memiliki diameter rata-rata 0.2 cm. Pada bakteri E.coli, zona hambat yang terbentuk dengan penggunaan kosentrasi ekstrak daun bandotan 10% memiliki diameter rata-rata 0,2 cm, sedangkan pada ekstrak daun bandotan kosentrasi 1% dan 5% tidak terbentuk zona hambat. Hasil uji hipotesis menunjukan nilai Sig 0,136 > α (0,05) maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan sensifisitas ekstrak daun Bandotan (Ageratum conyzoides) pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli . Pengujian bahan alam terhadap bakteri memberikan hasil yang cukup baik dan perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melihat kosentrasi ekstrak daun bandotan yang lebih tinggi.
Copyrights © 2019