Sebagai seorang filosof, al-Ghazali mencintai objektifitas dan rasionalitas. Baginya, filsafat bukanlah benda haram yang tidak boleh dijamah oleh umat Islam. Filsafat baginya adalah berkah bagi manusia pada porsi tertentu dan juga sangat bermanfaat bagi kehidupan. Di bidang tasawuf, al-Ghazali memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan tasauf di dunia Islam. Ia berada di barisan terdepan baik sebagai tokoh pelaku maupun sebagai konseptor dan ideolog. Keunggulan al-Ghazali dibanding tokoh sufi lainnya, ia memberikan penghargaan yang tinggi kepada intuisi sebagai sumber pengetahuan yang valid. Konsep al-mukasyafah merupakan implikasi dari eksistensi pengetahuan intuitif. Begitu pula dengan konsep al-‘ilm al-laduni yang digagas oleh al-Ghazali, merupakan aplikasi dari proses al-mukasyafah.
Copyrights © 2014