Rasionalitas Abduh jelas berbeda dengan Rasionalisme yang memuja dan mengedepan kepentingan rasio di atas kepen-tingan nash. Rasio bagi Abduh bukan target dan tujuan tetapi media untuk memahami dan menjelaskan nash. Ukuran kebenaran teologis adalah nash, sedangkan rasio bekerja untuk menjelaskan nash dan demi kepentingan nash (baca: wahyu). Sementara itu Rasionalisme menjadikan rasio sebagai tolok ukur, sehingga kebenaran dan kebaikan tergantung kepada sejauh mana memuaskan dahaga akal, bukan dahaga spiritualitas dan bimbingan wahyu (baca: nash).
Copyrights © 2013