Dalam Islam bekerja mendapat tempat yang terhormat dinilai sebagai ibadah, dan kemalasan dinilai sebagai kehinaan. Diperlukan pengaturan yang seimbangan antara bekerja, ibadah, muamalah dan istirahat. Setiap pekerjaan hendaklah dilakukan dengan memiliki etos kerja Islami, yaitu bekerjadiawali dengan niat penuh keikhlasan berdasarkan karena Allah, diiringi dengansemangat sungguh-sungguh, dan berkeyakin-an bahwa usaha secara maksimal akan memperoleh hasil lebih baik, sehinggadapat membawa berkah dan keredhaan Allah serta bernilai ibadah.Sebagai seorang muslim perlu membekali diri dengan memiliki sikap-sikap bekerja secara propesional, teliti, bertanggungjawab dan lainnya, sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Sehingga nilai pekerjaan merupakan amal saleh yang dapat menyelamatkan kehidupan dunia dan akhirat.
Copyrights © 2014