Turast (tradisi) dan Tajdid (modernitas) merupakan isu utama dalam diskursus kebangkitan Islam.Hegemoni epistemologi Barat dan keterbelakangan Arab dengan turast dianggap sebagai problemutama dalam usaha mewujudkan kebangkitan Islam. Untuk menjawab tantangan modernitas,perlu membangun epistemologi nalar Arab yang tangguh. Abed Al-Jabiri salah seorang filosof danpemikir kontemporer Maghribi, merasa prihatin atas ketrpurukan bangsa Arab dan gagalnyaupaya kebangkitan Islam pada umumnya. Dalam analisanya, Al-Jabiri menilai, faktor utamapenyebab kegagalan kebangkitan Islam adalah problem epistemologi yang tidak sesuai denganmekanisme kebangkitan yang semestinya. Oleh Karena itu, Al-Jabiri menilai perlunya wacanarenovatif (mutajaddid) dengan kembali kepada ‚prinsip-prinsip dasar‛ dari masa lalu, sebagailandasan kebangkitan yang dihadirkan sebagaimana adanya, yang kemudian di interpretasikandalam bentuk yang sesuai dengan nilai-nilai yang baru. Salah satu upaya yang dilakukan Al-Jabiriadalah menawarkan tipologi epistemologis yang dikenal dengan epistemoogi bayani yang bersifatteks, epistemology irfani yang bersifat intuisi dan epistemology burhani yang bersifat rasional.Ketiga epistemologi tersebut dalam pandangannya Al-Jabiri dianggap sebagai solusi dalammenghadapi modernitas Barat.
Copyrights © 2017