The Second Generation Government Receipt System (MPN-G2) is one of government effort to manage cash and to improve citizen service. Its implementation in DKI Jakarta needs long time before it used by most of citizen. The use of e-banking facility which is one of the advantage using MPN-G2 is still low. Evaluation MPN-G2 using acceptance factors on the Trust-TAM-TPB model show that MPN-G2 needs to be repaired. Billing facility needs repairment to enhance perceived usefulness and perceived ease of use. E-banking facility needs repairment to enhace perceived usefulness, perceived ease of use, and trust. Sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN-G2) merupakan salah satu upaya dan inovasi pemerintah dalam rangka manajemen kas dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Implementasi MPN-G2 di Provinsi DKI Jakarta ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya dipergunakan oleh sebagian besar masyarakat. Selain itu penggunaan fasilitas e-banking yang seharusnya menjadi keunggulan dari sistem MPN-G2 masih rendah. Evaluasi sistem MPN-G2 menggunakan faktor-faktor penerimaan pada model –Trust-TAM-TPB menunjukkan bahwa diperlukan perbaikan-perbaikan terkait sistem tersebut. Pembuatan billing sebagai salah satu fasilitas yang diberikan MPN-G2 memerlukan perbaikan untuk meningkatkan persepsi kegunaan dan persepsi kemudahannya. Sedangkan fasilitas pembayaran e-banking memerlukan perbaikan untuk meningkatkan persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, dan kepercayaan fasilitas tersebut.
Copyrights © 2019