Masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih merupakan masalah yang dihadapi Indonesia. Masalah gizi kurang pada umumnya disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya persediaan pangan, kurang baiknya kualitas lingkungan (sanitasi), kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang, dan kesehatan adanya daerah miskin gizi (yodium). Untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok usia balita perlu diselenggarakan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian pra experiment dengan jenis rancangan dalam penelitian mengunakan studi one group pre test-post test desaign, Populasi pada penelitian ini berjumlah 17 orang balita gizi kurang dan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis mengunakan Uji T dengan tingkat kepercayaan 0,05%. Hasil uji T dengan nilai mean sebelum diberikan makanan tambahan adalah 8052,94 dan standar deviasi 1231,421. Sesudah pemberian makanan tambahan didapat peningkatan berat badan dengan nilai mean adalah 8629,41 dan standar deviasi 1236,307. Terlihat perbedaan nilai mean sebelum dan sesudah diberikan pemberian makanan tambahan adalah -576.471 dengan standar deviasi 619.001. Hasil uji statistik didapatkan nilai p 0,001 (
Copyrights © 2017