JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA

Pola Terapi pada Faktor Risiko Kardioserebrovaskuler Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis

Rizaldy Taslim Pinzon (Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta)
Martinus Bagas Hogantara Padmanaba (Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta)
Esdras Ardi Pramudita (Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta)
Sugianto Sugianto (Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2019

Abstract

Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan sudah berlangsung lama. Pola terapi pada PGK sangat bervariasi karena PGK memiliki banyak faktor risiko seperti penyakit kardioserebrovaskular sehingga perlu diberikan obat yang sesuai dengan penyakit yang mendasari. Tujuan: Mengidentifikasi profil pola terapi pada faktor risiko penyakit kardioserebrovaskular pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional atau potong lintang dengan pendekatan deskriptif. Subjek yang diteliti adalah penderita penyakit Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis di RS Bethesda dan RS Panti Rapih Yogyakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari data rekam medis. Analisis menggunakan data yang diambil dibuat dalam bentuk tabel. Hasil: Penelitian ini melibatkan 92 pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis terdiri dari 60 laki-laki (65,2%) dan 32 perempuan (34,8%) dengan rata-rata usia 50 tahun. Pasien dengan riwayat klinis yang berisiko menjadi penyakit kardioserebrovaskular dan belum mendapat pengobatan 39 orang (42,4%). Faktor risiko kardioserebrovaskular paling banyak adalah hiperhomosisteinemia 91 pasien (98,9%). Obat yang banyak digunakan untuk mengurangi terjadinya penyakit kardioserebrovaskular adalah asam folat dengan jumlah 81 pasien (89%), anti anemia 77 pasien (90,6%), dan anti hipertensi 74 pasien (90,2%). Kesimpulan: Pola terapi yang banyak digunakan adalah asam folat, anti anemia, dan anti hipertensi. Faktor risiko kardioserebrovaskular paling banyak adalah hiperhomosisteinemia.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

JFIKI

Publisher

Subject

Chemistry Education Health Professions Medicine & Pharmacology Other

Description

Jurnal ini adalah jurnal peer-review nasional, yang diterbitkan dua kali dalam membahas tentang topik-topik hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, konsultasi masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait dengan erat. Jurnal ini memfokuskan pada ...