Ketidakergonomisan ruang kemudi Kereta Rel Listrik (KRL) dapat menyebabkan seorang masinis terkena Work Related Musculoskeletal Disorder (WMSDs) yang berdampak pada berkurangnya kemampuan konsentrasi saat mengoperasikan KRL yang cenderung statis. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memberikan usulan desain ruangan kemudi terbaik, baik dari ukuran kursi dan kabin serta penempatan instrumen pengontrol dan layar pemantau yang dapat mengakomodasi postur kerja masinis agar terhindar dari WMSDs. Penelitian dilakukan dengan menganalisis risiko postur pengemudi dengan metode Quick Exposure Check (QEC) dan nilai Rapid Upper Limb Assessment (RULA) melalui pengujian Virtual Environment terhadap desain aktual dan desain usulan menggunakan konfigurasi Virtual Human Modelling dari data antropometri masinis yang telah diperoleh. Hasil yang terbaik merupakan desain yang memberikan nilai RULA terendah. Kata kunci: Ergonomi, antropometri, quick exposure check, rapid upper limb assessment, model virtual environment
Copyrights © 2019