Latar belakang: Kemenkes RI melaporkan di DKI Jakarta sebanyak 38,6% anak mengalamidelayed development dan 24,6% anak mengalami global delayed development, sertamengalami penyimpangan pertumbuhan. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 33 siswayang bersekolah di Paud Lias Palembang, 16 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki.Sedangkan untuk siswa yang umurnya 6 tahun ada 5 orang, dan umur 5 tahun ada 25 orang,serta umur 4 tahun ada 3 orang. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan tumbuh kembang anak prasekolah di PAUD Lias Palembang tahun2018. Metode: Penelitian ini mengunakan metode survey analitik dengan pendekatan “crosssectional”. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Analisis datamenggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square dengan ????(0,05). Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2018. Hasil: Penelitian diketahui bahwadistribusi frekuensi responden deteksi tumbuh kembang normal sebanyak 22 responden(66,7%), pengetahuan baik sebanyak 23 responden (69,7%), pendidikan tinggi sebanyak 22responden (67,7%), pendapatan tinggi sebanyak 13 responden (39,4%). Ada hubunganpengetahuan (p value = 0,006), pendidikan (p value = 0,014) dan pendapatan (p value =0,554) dengan deteksi tumbuh kembang anak prasekolah di PAUD Lias Palembang. Saran:Mengupayakan deteksi tumbuh kembang pada anak prasekolah sehingga dapat dilakukanpemeriksaan secara rutin kepada anak prasekolah untuk mengetahui tumbuh kembangnya.Kata kunci : Tumbung Kembang, Pengetahuan, Pendidikan, Pendapatan
Copyrights © 2019