Talenan merupakan salah satu peralatan dapur yang berfungsi sebagai alas untuk memotong bahan makanan yang akan diolah sebelum dimasak, sehingga, diperlukan bahan yang baik bagi makanan. Pada umumnya talenan hanya digunakan sebagai alas, tanpa adanya fungsi lain. Oleh karena itu didesain produk Talenan Berpemotong yang memiliki fungsi tambahan berupa alat potong. Talenan Berpemotong merupakan produk manufaktur yang terbuat dari kayu yang disusun sesuai dengan desain yang telah ditentukan. Pada penyelesaian desain produk Talenan Berpemotong dilakukan pendekatan dengan metode Desain For Assembly Manufacture (DFMA) untuk mendapatkan nilai Theoritical Part Count Efficiency dan, metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) untuk menganalisis kegagalan yang mungkin terjadi pada proses pembuatan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Semakin tinggi nilai RPN, maka semakin tinggi prioritas masalah tersebut untuk dievaluasi.
Copyrights © 2019