Indonesia merupakan salah satu negara dengan produksi biji kakao terbesar di dunia. Namun konsumsi olahan biji kakao di Indonesia terbilang rendah. Salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha kakao adalah pada tahap pengupasan kulit ari biji kakao. Pengupasan kulit ari kakao merupakan salah satu tahapan yang cukup menentukan pada kualitas produk olahan kakao. Mesin pengupas kulit ari kakao (desheller) yang kini beredar masih berupa mesin dengan kapasitas besar sehingga para usaha kecil menengah (UKM) belum mampu menjangkaunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin pengupas kulit ari biji kakao (desheller) skala home industri. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecepatan putar pisau (rpm) dan variasi mutu berdasarkan ukuran biji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen terbaik yaitu 95.083% pada ukuran biji A dengan kecepatan putar pisau 250 rpm. Perolehan nib terbaik dan efisiensi penerusan daya terbaik yaitu 98.388% dan 81.208% didapatkan pada ukuran biji AA dengan kecepatan putar pisau 250 rpm. Hasil kulit terikut nib terbaik yaitu 1.588% pada ukuran biji AA dengan kecepatan putar pisau 175 rpm. Jumlah nib terikut kulit terbaik yaitu 0.379% pada ukuran biji A dengan kecepatan putar pisau 175 rpm
Copyrights © 2017