Kota Madinah sebagai model kota peradaban yang di dalamnya tumbuh-kembang model perilaku masyarakat yang berperadaban. Mengawali perjalanannya pada tanggal 12 Rabiul awal, Nabi Muhammad SAW melaksanakan hijrah ke Madinah. Hal ini merupakan sebuah langkah refolusioner. Beliau berhasil menerapkan nilai-nilai qur’an secara konprehensip. Hubungan antar kelompok yang sebelumnya dibangun di atas pertalian darah, kemudian diubah oleh Nabi berdasarkan idiologi yang sama. Nabi tidak melakukan pemaksaan kepada kelompok lain. Ia justru menyebut orang-orang muslim, kaum Pagan dan Yahudi sebagai ummah satu, yang bersepakat untuk tidak saling menyerang dan menjamin kebebasan bagi tiap kelompok. Muhammad SAW telah menjadi sumber inspirasi bagi perdamaian di kota Madinah. Beliau memiliki integritas tinggi dengan penuh keberanian dan berusahaa tanpa kenal putus asa untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Cita-cita yang dimilikinya itu, mampu mendorong dirinya untuk tetap konsisten. Keberhasilan Nabi di Madinah harus menjadi pijakan dan rujukan bagi setiap muslim untuk membangun kepercayaan diri yang tinggi, bahwa Islam yang diusung Muhammad SAW adalah agama yang dapat menerima kebhinekaan dan mendorong perdamaian. Dan salah satu khazanah yang sangat penting adalah visi dan misi Madinah, sebagai gaun peradaban seluruh umat manusia, tanpa memandang suku, ras, etnis dan golongan.
Copyrights © 2017