Rasulullah Saw sebagai Nabi penutup, tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik umat Islam setelah beliau wafat. Beliau tampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum muslimin dengan maksud untuk mendewasakan mereka. Maka di mulailah masa Khilafah Rasyidah yang diawali dengan pembaiatan Abu Bakar al-Shiddiq ra. sebagai Khalifah Rasulillah (Pengganti Rasul) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja, untuk menggantikan Rasulullah SAW sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan. Kemudian Umar bin Khattab ra. melanjutkan estafet kepemimpinan Abu Bakar, dan selanjutnya melalui tim formatur terpilihlah Usman bin Affan ra. menggantikan kepemimpinan Umar, dan khilafah Rasyidah ditutup dengan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Di antara keempat Khilafah Rasyidah tersebut, kepemimpinan Khalifah Usman bin Affan memang sangat berbeda. Ini dimungkinkan karena umurnya yang lanjut (diangkat dalam usia 70 tahun) dan sifatnya yang lemah lembut, sehingga pemerintahan Usman yang berlangsung selama 12 tahun tidak sepenuhnya berjalan mulus. Paruh terakhir kepemimpinan beliau, muncul pemberontakan yang berujung terbunuhnya Khalifah Usman yang salah satu faktornya karena akumulasi dari kekecewaan rakyat akibat kebijaksanaan beliau mengangkat beberapa anggota keluarganya dalam kedudukan tinggi yang dalam zaman ini dikenal dengan istilah nepotisme.
Copyrights © 2017