Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tradisi ritual upacara massorong lopi yang dilakukan pada masyarakat di Desa Tapango Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat.Tulisan ini bersifat deskriptif – kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi (yaitu pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap berbagai aktivitas dan perilaku pada masyarakat Tapango), wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat, budayawan, pelaku ritual dan pemerintah setempat, dan dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tradisi ritual ini merupakan warisan nenek moyang terdahulu yang diyakini sebagai pencucian diri atau tolak bala’ dari berbagai gangguan bencana alam, baik gangguan tanaman, gangguan di sungai maupun gangguan wabah penyakit yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat.Tradisi ritual ini dipimpin oleh sando banua (dukun kampung) dan dihadiri oleh seluruh warga Desa Tapango dan sekitarnya, serta pemerintah setempat. Waktu pelaksanaan upacara massorong lopiini, dilakukan pada bulan syafar (berdasarkan kelender Hijriah) dan tempat pelaksanaannya yaitu di tepi sungai dalam wilayah Desa Tapango, dengan membawa bersama-sama berbagai jenis sesajen.Dan hingga saat ini kegiatan tradisi ritual massorong lopi masih dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat pendukungnya yang bermukim di Desa Tapango dan masyarakat Mandar pada umumnya.
Copyrights © 2019