Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol 5, No 2 (2019)

MENGKRITISI DINAMIKA KOLONISASI DAN TRANSMIGRASI DI TOMONI/MANGKUTANA, LUWU TIMUR (1937-1985)

Sahajuddin M.Si. (Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan)



Article Info

Publish Date
21 Nov 2019

Abstract

Kajian ini mengungkapkan dan menjelaskan tentang penting tidaknya pelaksanaan kebijakan migrasi, khususnya masalah kolonisasi pada masa Hindia Belanda dan masalah transmigrasi pada pascakemerdekaan Indonesia dengan melihat kasus penempatannya di Tomoni, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang menjelaskan persoalan berdasarkan perspektif sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan kolonisasi dan transmigrasi memiliki perbedaan dan persamaan dari segi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, yaitu antara pengerahan tenaga kerja dan pemerataan penduduk. Kebijakan itu dalam pelaksanaannya ada yang menganggap gagal karena tujuan kurang tercapai dengan beban anggaran yang besar, tetapi juga ada yang menilai berhasil. Namun, penempatan kolonis dan transmigran di Mangkutana/Tomoni terbilang berhasil setelah ada stimulusisasi dengan adanya migrasi swakarsa lokal dan nasional. Secara kultural di Sulawesi Selatan, juga berfungsi sebagai salah satu faktor yang menstimulus keberhasilan itu karena migrasi menjadi budaya dan perilaku yang kerap dilakukan oleh orang-orang Sulawesi Selatan di nusantara sejak abad XVII dan berlangsung hingga masa kemerdekaan. 

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

pangadereng

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora is an open access, a peer-reviewed journal published by Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan. ...