Sahajuddin M.Si.
Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGKRITISI DINAMIKA KOLONISASI DAN TRANSMIGRASI DI TOMONI/MANGKUTANA, LUWU TIMUR (1937-1985) Sahajuddin M.Si.
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.081 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v5i2.35

Abstract

Kajian ini mengungkapkan dan menjelaskan tentang penting tidaknya pelaksanaan kebijakan migrasi, khususnya masalah kolonisasi pada masa Hindia Belanda dan masalah transmigrasi pada pascakemerdekaan Indonesia dengan melihat kasus penempatannya di Tomoni, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang menjelaskan persoalan berdasarkan perspektif sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan kolonisasi dan transmigrasi memiliki perbedaan dan persamaan dari segi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, yaitu antara pengerahan tenaga kerja dan pemerataan penduduk. Kebijakan itu dalam pelaksanaannya ada yang menganggap gagal karena tujuan kurang tercapai dengan beban anggaran yang besar, tetapi juga ada yang menilai berhasil. Namun, penempatan kolonis dan transmigran di Mangkutana/Tomoni terbilang berhasil setelah ada stimulusisasi dengan adanya migrasi swakarsa lokal dan nasional. Secara kultural di Sulawesi Selatan, juga berfungsi sebagai salah satu faktor yang menstimulus keberhasilan itu karena migrasi menjadi budaya dan perilaku yang kerap dilakukan oleh orang-orang Sulawesi Selatan di nusantara sejak abad XVII dan berlangsung hingga masa kemerdekaan. 
MAKNA SIMBOLIK TARI ELLO-ELLOQ DI KAYU ANGIN MAJENE Sahajuddin M.Si.
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v7i2.195

Abstract

Tari Ello-Elloq lahir dari adat istiadat Kayu Angin yang memiliki sejarah panjang, sejak masa Pongka Padang hingga masa kini. Sebagaimana tari pada umumnya, Tari Ello-Elloq terdiri dari beberapa unsur yang memiliki makna simbolik. Makna simbolik itulah yang menjadi tujuan kajian ini, yaitu menguraikan dan menjelaskan makna-makna simbolik yang terdapat dalam Tari Ello-Elloq di Kayu Angin, Majene Mandar, baik yang berhubungan dengan gerakan tarinya maupun yang tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan langkah-langkah: melalui proses heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tari Ello-Elloq memiliki makna-makna simbolik baik dari proses sejarah terciptanya, dalam unsur-unsur tarinya, terkhusus makna simbolik gerakan-gerakan tarinya. Makna simbolik yang dimaksud adalah makna atau nilai budaya yang terdapat pada  propertinya, busana atau pakaiannya, pelaku dan penarinya, pengiringnya. Sementara makna simbolik dalam unsur gerakannya terdapat dalam gerakan mattedong-tedong, gerakan ello-elloq, dan gerakan pepio. Termasuk makna simbolik di luar gerakan utamanya (gerakan turunan). Walaupun tidak dapat dipungkiri, bahwa Tari Ello-Elloq juga memiliki gerakan murni dan gerakan maknawi.