Kinerja bangunan yang sangat baik semasa penyelenggaraan tidak dapat dipisahkan dari kontribusi struktur pondasi sebagai struktur dasar yang memberikan dukungan dan stabilitas. Pondasi menerima beban dari bangunan atas dan mentransfer beban dengan menyebarkannya di wilayah yang cukup besar dengan memanfaatkan ketahanan tanah maksimum. Semua beban dan tekanan yang disalurkan ke tanah akan menghasilkan beberapa pergerakan yaitu pegerakan yang diijinkan. Pondasi yang mengalami pergerakan melebihi kemampuannya dalam menahan beban akan menyebabkan kegagalan pondasi. Distorsi dan kerusakan dari superstruktur timbul akibat kegagalan yang terjadi.Tindakan perbaikan akan membantu masalah dan meningkatkan kinerja struktur untuk mencegah kegagalan lanjut. Penelitian ini melibatkan kasus kegagalan pondasi yang terjadi di bangunan perumahan. Penelitian ini terdiri dari investigasi tapak untuk mengetahui kondisi, jenis dan penyebab kegagalan pondasi , kerusakan yang terjadi dilapangan dan jenis perbaikan pekerjaan yang dilaksanakan. Semua kegagalan yang terjadi memiliki ikatan yang kuat dengan kondisi tanah, karena perilaku tanah menetukan stabilitas struktur pondasi. Pada studi kasus ini penurunan tanah terjadi karena kekuatan stabilitas tanah yang rendah. tanahnya mengandung bahan tanah liat / lumpur yang tidak cocok dan memiliki daya dukung yang rendah untuk membawa beban .Penurunan tanah yang terjadi telah menghasilkan banyak kerusakan struktur pada perumahan. Pekerjaan-pekerjaan perbaikan dilakukan dengan metode underpinning menggunakan kombinasi antara micro pile dan balok serta stabilisasi tanah menggunakan pressure grouting. Dari pekerjaan perbaikan yang dilakukan memperlihatakan tidakadanya lagi pergerakan pada bangunan dan teknik underpinning memiliki dampak yang baik menstabilkan struktur pondasi.
Copyrights © 2016