Tuberkulosis merupakan jenis penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian jika tidak melakukan pengobatan secara rutin. Dalam upaya peberantasan penyakit tuberkulosis pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan menggunakan Puskesmas sebagai ujung tombak untuk memutuskan rantai penularan tuberkulosis di masyarakat, angka kesembuhan kasus Tuberkulosis di kota salatiga masih belum mencapai target yang diharapkan. Target untuk angka kesembuhan adalah mencapai 90% akan tetapi kenyataan yang terjadi hanya 71,2%. Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitiannya deskriptif analitis, Analisis datanya kualitatif. Setiap Puskesmas di Kota Salatiga telah melakukan upaya pencegahan penularan tuberkulosis, namun masih ada beberapa hal yang belum dilaksanakan secara maksimal yaitu peran serta masyarakat yang masih kurang dalam mendukung program puskesmas tentang pencegahan penularan tuberkulosis dalam upaya pemberantasan penyakit menular. Kendala yang dihadapi oleh Puskesmas dalam pencegahan penularan tuberkulosis adalah kuatnya diskriminasi dan stigma di masyarakat, peran serta (penderita, keluarga, masyarakat) yang kurang, ketidakpatuhan penderita tuberkulosis minum obat, penderita tuberkulosis tidak mau menggunakan masker untuk pencegahan penularan. Diperlukan sosialisasi kembali tentang tuberkulosis kepada masyarakat serta Dinas Kesehatan Kota Salatiga perlu mengadakan pelatihan bagi Puskesmas terkait pelaksanaan program pencegahan penularan tuberkulosis agar program tersebut dapat berjalan secara maksimal.
Copyrights © 2019