Mencermati sosok kelembagaan dan aktifitas Pendidikan Islam sebagaimana tersebut, jika dibanding dengan keadaannya pada masa yang lalu, patut disyukuri karena sudah mengalami kemajuan. Pembaharuan model pesantren, di samping sebagian tetap bertahan dalam format aslinya sebagai lembaga pengajaran kitab kuning, sudah banyak pesantren (kalau tidak semuanya) yang sudah membuka madrasah, sekolah umum, sekolah kejuruan, pelatihan keterampilan dan bahkan perguruan tinggi Islam/umum, pertanda telah muncul dinamika internal untuk mengakselerasikan diri pada orbit kebutuhan riel dunia modern. Dalam batas tertentu beberapa madrasah pun sudah mencapai kemajuan cukup berarti, apalagi dengan adanya status madrasah unggulan (Madrasah Model) mulai dari tingkat Ibtidaiyah sampai Aliyah. Kalau dahulu madrasah sering menimbulkan kesan sebagai lembaga pendidikan kelas dua atau dalam istilah Syamsul Arifin sebagai ma’mum, dewasa ini pamornya sudah mulai bergerak naik, bisa mengikut Ebtanas dengan sekolah umum, bahkan ada yang sudah go internasional. Sementara, pendidikan agama di sekolah umum dan perguruan tinggi umum secara internal semakin berkembang nuansa keislaman, yaitu dengan menjamurnya kelompok-kelompok kajian, hal ini telah melahirkan hasil positif yang cukup menggembirakan. Demikian pula pengajian dan majelis taklim, TKA/TPA, muncul dimana-mana bagaikan jamur di musim hujan.
Copyrights © 2017