Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah good corporate governance bisa menekan terjadinya earnings manipulation yang dilakukan melalui transaksi dengan pihak berelasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling pada seluruh perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012-2014. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 470 perusahaan. Peneliti menggunakan analisis regresi berganda untuk menguji apakah good corporate governance yang diproksikan dengan komisaris independen, komisaris yang mewakili perusahaan, ahli financial dalam komite audit, dan konsentrasi kepemilikan pada sebuah perusahaan dengan variabel kontrol berupa kualitas auditor, ukuran perusahaan, division, arus kas dari aktivitas operasi, utang perusahaan, dan roa dapat menekan terjadinya earnings manipulation yang dilakukan melalui transaksi dengan pihak yang berelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan good corporate governance tidak dapat menekan terjadinya earnings manipulation yang dilakukan terhadap melalui transaksi dengan pihak berelasi. Secara parsial hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komisaris independen dan komisaris yang mewakili perusahaan secara signifikan dapat meningkatkan earnings manipulation yang dilakukan melalui transaksi dengan pihak berelasi sedangkan adanya ahli financial pada komite audit dan konsentrasi kepemilikan yang terdapat pada suatu perusahaan tidak dapat mempengaruhi earnings manipulation yang dilakukan terhadap melalui transaksi dengan pihak berelasi.
Copyrights © 2018