Penelitian terkait hubungan manusia-anjing peliharaan selama ini secara mayoritas merupakan penelitian kuantitatif yang belum mendalami secara kualitatif tentang pemaknaan/ konstruk pribadi pemilik anjing peliharaan dan apa arti konstruk tersebut bagi kehidupan pemiliknya. Melalui desain penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologis emik dan etik serta metode pengumpulan data wawancara dan observasi peneliti bertujuan untuk menggambarkan konstruk pemilik anjing peliharaan terkait hubungan manusia-anjing peliharaan serta membahas konstruk-konstruk tersebut menggunakan dasar teoritis. Teori yang digunakan untuk mendasari pembahasan adalah teori-teori kelekatan, tahapan psikososial & kebutuhan manusia, dan teori interaksi manusia-binatang peliharaan. Hasil penelitian terhadap 4 pemilik anjing peliharaan di Surabaya menemukan 4 tema yaitu: kelekatan, pengalaman, simbiosis (i.e. pemenuhan kebutuhan) dan fungsi komplenter & substitusi dalam hubungan manusia-anjing peliharaan. Tema-tema tersebut dan dinamika hubungan mereka membentuk konstruk pemakanaan hubungan manusia-anjing peliharaan yang unik bagi tiap-tiap individu dimana konstruk-konstruk unik tersebut menjadi dasar bagaimana mereka memaknai anjing mereka, hubungan mereka dengan anjing mereka dan keuntungan yang mereka dapatkan dari hubungan tersebut dan dalam kata lain seekor anjing peliharaan bagi pemiliknya adalah sebuah instrumen atau perpanjangan dari kebutuhan manusiawi yang hendak dipenuhi.
Copyrights © 2018