Hidroklorotiazid merupakan agen antihipertensi yang dapat menginduksi kondisi hiperglikemik. Pada penelitian ini dilakukan uji antihiperglikemik terhadap tikus putih jantan hiperglikemik akibat efek samping hidroklorotiazid menggunakan jus buah jambu biji (Psidium guajava Linn). Hewan coba diukur kadar glukosa darah puasa dan dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok kontrol diberi hidroklorotiazid selama 14 hari kemudian pemberian hidroklorotiazid tetap dilanjutkan bersama aquadem selama 7 hari, kelompok uji I diberi jus buah jambu biji secara bersamaan dengan hidroklorotiazid selama 21 hari, dan kelompok uji II diberi hidroklorotiazid selama 14 hari kemudian hidroklorotiazid tetap dilanjutkan pemberiannya bersama dengan terapi jus buah jambu biji selama 7 hari. Hidroklorotiazid diberikan setiap hari dengan dosis 30 mg/kgBB 1 kali sehari. Jus buah jambu biji diberikan dengan dosis 1g/tikus (berat badan tikus ± 200 g) 1 kali sehari setiap hari. Semua pemberian dilakukan secara oral. Tiap kelompok diukur kadar glukosa darah puasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode One-way Anova. Hasil yang didapat menunjukkan jus buah jambu biji lebih efektif memperbaiki kondisi hiperglikemik akibat efek samping hidroklorotiazid jika dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan.
Copyrights © 2014