SOSIALITA
Vol 13, No 1 (2019): April

SINERGITASKEPENTINGAN DAN HARAPANPEMANGKU KEPENTINGAN BISNIS DENGAN PENDEKATAN ETIKA MORAL DAN SPIRITUAL

Mohammad Machrus (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2019

Abstract

Salah satu factor penghambat aktivitas bisnis, yaitu ada disparitas kesenjangan(gap) terlalu lebar tentang kepentingan dan harapan antar pihak-pihak pemangku kepentingan, dan kesalahan kebijakan tentang prioritas tujuan bisnis yaitu memperoleh laba maksimal; seharusnya tujuan ideal adalah mencapaikesejahteraan semua pihak pemangku kepentingan.Perumusan masalahnya,bagaimana membangun sinergitas kepentingandan harapan antar pihak pemangku kepentingan, dengan pendekatan etika moral dan spiritual.Datanya sekunder, pengumpulan data dengan teknik studi literature, analisis dengan teknik kompilasi dan hermeneutic, penarikan kesimpulan bersifat induktif.Bahwa aktivitas bisnis perlu keterlibatan berbagai pihak pemangku kepentingan, dan setiap pihak memiliki kepentingan dan harapan berbeda sesuai dengan kapasitas masing-masing, namun harus dipahami sebagai sinergi kepentingan dan harapan bersama.Bisnis harus ada visi, misi, dan tujuan yang jelas sebagai komitmen bersama danseirama menjadi sinergi, karenanya perlu dipahami, direspon, untuk dilaksanakan olah semua pihak sesuai dengan kapasitas masing-masing. Idealnya visi, misi, dan tujuan bisnis, merupakan ekspresi untuk menciptakan : nilai-nilai (values),eksistensi, perkembangan, pertumbuhan, kesejahteraan stake holder,sehingga bisnis bisa menciptakan nilai kelayakan dan kepantasan bagi semua pihak; maka resolusinya adalah dengan pendekatan etika moral dan spiritual.dengan resolusi ini,system komunikasi antar pihak bisa dicapai optimal, dan kesenjangan (gap) kepentingan antar pihak bisa minimal, sehingga tujuan ideal bisnis yaitu kesejahteraan semua pihak pemangku kepentinganmenjadi mudah dicapai

Copyrights © 2019